DESTINASI WISATA EKSOTIK DI KABUPATEN PANIAI PAPUA

Kefaspelita
IMG 20220617 WA0183

PANIAI – Papua Wilayah Paling Timur Indonesia ternyata memiliki keindahan alam yang eksotik dan belum banyak di ekplorasi sebagai Destinasi Wisata, demikian juga di Kabupaten PANIAI Propinsi Papua yang memiliki panorama yang sangat indah.

Hal ini di ceritakan oleh seorang Bapak yang bernama Jerry P Deggei kepada Awak Media Pelitanusantara.com

Menurut Jerry Bahwa Penamaan ini dinisbatkan kepada orang yang pertama kali menemukan ketiga danau cantik tersebut pada tahun 1938, yaitu seorang pilot berkebangsaan Belanda bernama Frits Julius Wissel. Pada saat itu, Frits Wissel terbang melintasi pegunungan Pulau Papua dan melihat tiga danau yang memiliki pemandangan yang indah.

Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA dan AMAF[3] jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.

Karena terpesona dengan keindahannya, Wissel memutuskan untuk mendarat dan menikmati eksotisme ketiga danau tersebut dari dekat. Bahkan, pada masa kolonial Belanda, nama Wisselmeren lebih populer ketimbang Paniai. Wisselmeren berasal dari bahasa Belanda yang memiliki arti danau-danau Wissel.katanya kepada Awak media

Lebih lanjut Jerry bercerita bahwa Danau Paniai adalah sebuah danau yang terletak di Kabupaten Paniai, Papua. Danau Paniai yang kesohor memiliki panorama alam yang rancak, alami, dan terawat dengan baik. Keindahan Danau Paniai diakui oleh utusan dari 157 negara ketika berlangsungnya Konferensi Danau Se-Dunia yang dihelat di India pada tanggal 30 November 2007.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Paniai, dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai.

Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus jenis Mitsubishi Strada yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok.

Menjelang petang, danau ini akan ramai dengan para pemancing yang hanya menggunakan pancingan dari bambu serta umpan berupa ubi kukus. Menariknya, dengan hanya umpan sederhana ini, para pemancing berhasil mendapatkan ikan.

Di saat seperti ini pula, aktivitas berdagang kayu bakar semakin ramai. Kayu yang dijual beragam dengan harga Rp 300 ribu per mobil pick Up

Jika sudah puas menikmati danau ini, cobalah bergerak ke bagian atas Paniai, tepatnya di Tanah Merah. Di sini panorama Paniai bisa terlihat dari ketinggian.

Traveler bisa naik ke batu-batu besar dan berswafoto dengan latar belakang kota dan danau Paniai. Namun traveler tetap harus hati-hati naik ke batu-batu besar ini karena belum disiapkan tangga untuk naik.

Bebatuan berwana merah tanah yang menjulang tak beraturan menciptakan komposisi yang indah dan sempurna untuk dipotret. Pemandangan ini tentu jauh dari kesan buruk bahwa di sini pernah terjadi penembakan berdarah oleh kelompok tertentu.

“Senang bisa datang ke sini, ternyata tidak seseram yang dibayangkan,” kata Ana yang kebetulan mendapat tugas di sini.

Waktu berkunjung yang tepat untuk dua tempat tersebut siang menjelang sore karena cuaca tidak terlalu panas dan angin berembus cukup sejuk. Namun bagi para traveler yang ingin berperahu lebih baik tidak lebih dari jam 4 sore karena gelombang semakin tinggi.

Jadi jangan ragu lagi ke Paniai dan rasakan secuil surga serta hangatnya kehidupan di sana karena Paniai memang istimewa.

Luas Danau Paniai yang mencapai 14.500 hektare memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk memilih lokasi yang sesuai dengan keinginannya ketika berekreasi ke danau tersebut.

Terdapatnya bebatuan dan pasir di tepian danau, serta dikelilingi oleh tebing-tebing yang lumayan tinggi, menambah daya tarik objek geowisata dan ekowisata andalan di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua.pungkasnya sambil menutup cerita tentang wisata Eksotik yang ada di Kabupaten Paniai Propinsi Papua

Narasumber : Jeri P Degei