...”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”…Matius 11:28
Pelitanusantara.com (01/09/2020) | Kondisi krisis yang berkepanjangan dan tidak pernah kita tahu kapan berakhir sudah membuat banyak orang sudah mulai tidak lagi mau memenuhi aturan, bahkan banyak diantara mereka sudah mulai mengalami depresi, sehingga mereka berusaha apa saja dengan seluruh kekuatan, kemampuan mereka, mereka lupa bahwa ada yang melihat dan mengendalikan segalanya…menjadi pertanyaan sudah lupakah kita bahwa siapakah kita ini? marilah kita berani menyatakan dengan berani segala keterbatasan kita dan berani berkata : TUHAN AKU MAU BERSERAH PADAMU.
Jika kita berani mengaku, bahwa seringkali kita sebagai orang percaya yang telah di selamatkan terkadang tidak berani untuk datang kepada Yesus saat mengalami keadaan yang sangat.letih lesuh dan penuh dengan berbagai beban berat, hal ini di sebabkan karena kita berjuang dengan kekuatan sendiri yang selalu menganggap bahwa kita bisa karena kita punya ini dan itu, padahal didalam Mazmurpun telah di sampaikan bahwa Ia akan bahkan telah mengangkat beban kita… Mazmur 81:6-8…”Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela
Jika kita sadar bagaimana Tuhan begitu sangat peduli pada kita dengan perhatian-Nya dan mari coba renungkan perkataan dalam ayat diatas, ketika Tuhan Yesus berkata, dan apakah kita juga termasuk didalamnya? bahwa sungguh banyak sekali kita yang sangat “betah” dalam keadaan letih lesu dan berbeban berat. Mengapa demikian? Karena kita enggan untuk datang dan menyerahkan permasalahannya kepada Tuhan yang mampu memberikan kelegaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kita lupa akan ajakan sang juruselamat yang telah memanggil dalam perkataan yang sungguh lembut “MARILAH”? mereka tidak mau di proses.dan sepertinya sama juga dengan kita.
Mungkin banyak yang menjadi kecewa karena tidak ada jawaban saat kita datang penuhi ajakan-Nya, sepertinya sama saja bahwa kita masih mengalami hal yang sama, sepertinya tidak terlalu banyak manfaatnya…kenapa demikian karena kita selalu Ingin semuanya instan padahal kita harus ingat bahwa Tuhan mau kita terima apa yang dipasang yaitu KUK dan belajar dari pada-Nya, ‘Pribadi Yesus’ “lemah lembut, rendah hati”, maka pasti ada ketenangan, karena akan membuat kita “enak dan ringan” bebannya. inilah proses…artinya mau dikendalikan oleh Tuhan ..baca ay 29-30..ingat ketika kita mau maka tidak ada yang sulit, kata kunci datang dan berserah…Tuhan Yesus memberkati.
Ps.Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM EMC
