Daniel Damaledo : “Kehadiran Pewarna Indonesia di DIY Menjadi Kabar Baik.”

Kefaspelita
IMG 20210731 WA0071
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Yokyakarta,Pelitanusantara.com Sebagai salah Seorang senior Penyelenggara Media Siaran Radio di Yokyakarta , yang sudah 20 tahun menggeluti dunia media sangat  menyambut baik kehadiran Pengurus Daerah organisasi Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia di kota Yogyakarta ini, Ungkap Yandri Daniel Damalego minggu (31/7) di Sasando Resto and Cafe, Yogyakarta.

Ketua PD Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Barat Romo Kefas (Kiri) memberikan Seragam Pewarna Jabar kepada Tokoh Senior Media Di Djokjakarta (Kanan) Yandri Daniel

Sebagai informasi bahwa Pengurus Daerah (PD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari minggu (31/7) akan dilantik oleh ketua umum Yusuf Mujiono di Aula Kusuma Homestay, Parangtritis, Yogyakarta.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Menurut Daniel demikian biasa di sapa yang juga seorang sesepuh Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta ini  pada Hakekatnya setiap warga negara adalah pemberita. “Kehadiran Pewarna memberi kabar baik bagi bangsa ini”cetus pemilik Radio Sasando 90.3 FM Yogyakarta.

Lebih lanjut Daniel menjelaskan bahwa akhir-akhir ini banyak beredar kabar tidak baik melalui media sosial (medsos) ataupun media mainstream. Dan kehadiran Pewarna bisa menjernihkan bangsa ini dari berbagai pemberitaan tidak baik.

Menyikapi dampak pandemi bagi usaha media, pekerja media Daniel mengganggap perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial yang sebagian orang anggap  telah menggerus eksistensi media pemberitaan mainstream dan konvensional. Menurutnya tidak demikian, sebab keberlangsungan usaha di bidang media pemberitaan apakah itu cetak, televisi dan radio penyiaran sebenarnya tergantung pada pengelolaan manajemen.
“Media konvensional dan mainstream semestinya bisa memanfaatkan kemajuan teknologi digital, intinya membutuhkan extraordinary  manajemen untuk bisa bertahan”, Jelas Daniel.

Daniel berharap media penberitaan bisa memberitakan kabar baik bagi bangsa.

Saat ditanya bagaimana peran pemerintah untuk menangkal peredaran berita bohong, menurutnya Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus melakukan kontrol terhadap penyiaran media nasional dan media sosial agar pemberitaan yang tidak baik di konsumsi masyarakat.
“Media harus bisa menangkal pemberitaan hoaks: tutupnya.(MK)