Damai Hanya di dalam Tuhan

…”Kehangatan murka tiada pada-Ku. Sekiranya tampak kepada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!”…Yes 27:4-5

Saat Teduh,Pelitanusantara.com | Apa yang disampaikan Yesaya adalah sebuah peringatan bagi bangsa Israel dan kita saat ini, bahwa kehangatan murka tiada pada Tuhan, sekalipun keberdosaan yang telah di lakukan oleh mereka dan kita bisa saja membuat Tuhan menjadi murka, justru Tuhan memberikan perhatian yang luar biasa jika dengan sadar mereka dan kita mau datang mencari dan berdamai dengan-Nya, bahkan Tuhan akan bertindak memerangi para pengganggu atau seteru yang dikatakan sebagai putri malu dan duri. oleh karena sebagai umat pilihan-Nya ini adalah keuntungan dan hak istimewa sangat berharga yang mengalir dari pembenaran yang dari pada-Nya, hal ini seharusnya mendorong kita bertekun untuk memastikan bahwa kita sendiri sudah dibenarkan, dan kemudian mengambil penghiburan yang diberikan kepada kita, serta melaksanakan kewajiban yang diminta dari kita. Buah-buah dari pohon kehidupan ini amat sangat berharga.

Ingatlah dosalah yang menimbulkan permusuhan dengan Allah, dosa tidak saja membuat keterasingan tetapi perseteruan sebab kita tahu bahwa Allah adalah kudus dan benar tidak mungkin berdamai dengan kita yang terus hidup di bawah kuasa dosa, tetapi pembenaran yang dari-Nya sudah melenyapkan dosa pelanggaran yang membuat suatu jalan bagi pendamaian kita dengan Allah dan inilah sebuah kemurahan…Kita sadari ketika suatu hambatan sudah di lepaskan terjadilah pendamaian itu, dan oleh iman kita dapat berpegang pada kekuatan-Nya sehingga kita berada dalam damai itu. Selain penghentian permusuhan, ada lebih banyak hal lagi di dalam pendamaian ini. Di dalamnya ada persahabatan dan kasih sayang, sebab Allah adalah lawan yang paling buruk atau sahabat yang paling baik. Abraham yang dibenarkan oleh iman, disebut sebagai sahabat Allah …Yak. 2:23, yang merupakan kehormatan baginya. Namun kehormatan itu bukanlah kehormatan yang khusus diberikan kepadanya seorang saja, sebab Yesus Kristus juga menyebut murid-murid-Nya sahabat …Yoh. 15:13-15.

Kita pastikan bahwa kita tidak membutuhkan apa-apa lagi untuk membuat kita berbahagia selain memiliki Allah sebagai sahabatnya! Tetapi pendamaian ini hanya terjadi melalui Tuhan Yesus, melalui Dia sebagai juru Damai Agung, Pengantara antara Allah dan manusia, Sang Juruselamat itu, yang telah membentangkan tangan-Nya di antara Allah dan manusia. Kita ingat manusia Adam, ketika berada di dalam keadaan tidak berdosa, memiliki damai dengan Allah secara langsung, sehingga tidak membutuhkan pengantara semacam itu. Tetapi bagi orang berdosa yang bersalah, merupakan hal yang sangat mengerikan untuk berpikir tentang allah di luar Kristus, karena Dia-lah damai sejahtera kita..Ef. 2:14. Ia tidak saja menjadi pendamai, tetapi juga merupakan pokok dan pemelihara damai bagi kita …Kol. 1:20…Kiranya kita semua tetap memelihara pendamaian dengan-Nya…Tuhan Yesus memberkati

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM sinode EMC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *