siswa di luar akademik.
Ia pun dibuat kaget lantaran tim yang masuk perempat final bukan dari daerah perkotaan saja. Melainkan ada beberapa tim berasal dari wilayah jauh dari perkotaan.
“Ini salah satu implementasi program merdeka belajar untuk menjaring minat dan bakat siswa sesuai dengan potensinya, sekaligus mencari bibit-bibit yang lebih tinggi. Saya melihat potensinya luar biasa, perwakilan atau yang masuk ke perempat final tidak hanya dikuasai oleh daerah perkotaan, tapi seperti lumbang juga ada, istilahnya merata,” ungkapnya. (emil)
