Bupati Sumba Barat: Perlu Adanya Komitmen dan Kesadaran Religius untuk Mengingatkan Jati Diri sebagai Bangsa Yang Bhinneka Tunggal Ika

Han_up2000
Sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan kehidupan beragama
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Waikabubak-Akhir-akhir ini paham intoleran dan radikalisme atas nama agama menjadi isu yang sedang berkembang di Indonesia. Meskipun pemerintah telah barusaha melakukan pencegahan dengan berbagai cara, namun tindakan intoleran dan radikalisme masih terus terjadi dan bahkan di lembaga-lembaga pemerintahan pun sering kali ditemukan kasus-kasus seperti itu. Hampir seluruh daerah di Indonesia pun telah mengalami penyebaran paham-paham tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk melakukan penanaman nilai-nilai Pancasila sebagai ideology bangsa untuk peningkatan toleransi dalam kehidupan bersama sebagai anak bangsa.

Seperti sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sumba Barat yang dihadiri oleh berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda tingkat kabupaten Sumba Barat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun dan menjalin komitmen serta hubungan yang harmonis antara Pemerintah Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama sehingga tercipta kesepahaman dan penyamaan persepsi dalam rangka memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama. Selain itu, juga untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kepada tokoh agama agar dapat meningkatkan toleransi dan kerukunan umat meragama, baik itu di kalangan tokoh agama sendiri, masyarakat, LSM, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta anggota FKUB.

Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade turut hadir dan membuka secara resmi sosialisasi tersebut. Saat menyampaikan kata sambutannya, Yohanis Dade menegaskan agar seluruh elemen tetap menjaga dan memelihara tali persaudaraan yang rukun dalam nuasa perbedaan yang selama ini telah berlangsung, khususnya di Kabupaten Sumba Barat.

Bupati yang terpilih pada periode 2019-2024 ini juga mengingatkan perlu adanya komitmen dan kesadaran religius untuk mengingatkan jati diri sebagai bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika. Apabila memiliki kesadaran itu, maka akan selalu diingat bahwa kita adalah saudara dari rahim ibu Pertiwi. Kita semua harus yakin bahwa keragaman kita sebagai bangsa, baik keragaman suku, agama, dan budaya, melekat nilai-nilai untuk saling menghargai dan menghormati. Ketika keragaman menjadi harmoni dan kesatuan, maka hasilnya adalah kekuatan tanpa batas.

Yohanis Dade juga mengingatkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan daerah paling toleran di Indonesia dengan nilai indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) sebesar 81,07 poin pada tahun 2021. Tidak terkecuali Kabupaten Sumba Barat yang memiliki penduduk dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras maupun budaya. Hal ini menjadi petunjuk bahwa sejak lama hubungan persaudaraan antar masyarakat di Sumba Barat terjalin dengan erat dan sangat baik. Oleh karena itu kebersamaan dalam keberagaman ini harus terus dipertahankan, terutama dalam kaitannya dengan toleransi antar umat beragama.

Adapun narasumber yang dihadirkan dalam sosialisasi tersebut adalah Pdt. Apliana Moto, S.Th. (ketua FKUB Kabupaten Sumba Barat); Rm. Yeremias A. Nasuli, Pr. (tokoh agama Katolik Kabupaten Sumba Barat); Drs. H. Ahmad Rubaya, S.Ag. (tokoh agama Islam Kabupaten Sumba Barat); Ketut Putra Adyana, S.Ip. (tokoh agama Hindu Kabupaten Sumba Barat). Sedangkan peserta dalam sosialisasi ini berjumlah seratus orang yang berasal dari Kecamatan Kota Waikabubak, Loli, Wanukaka, dan Lamboya.

(A. L. Malo)