Bupati Banyuwangi IPUK Fiestiandani sampaikan DUKA CITA kepada salah satu keluarga korban KMP Yunice.

IMG 20210701 WA0008

Banyuwangi,Pelitanusantra.com Tangis haru Istiana meledak saat Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani datang berkunjung ke kediamannya. Ibu dari korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee berinisial ANP itu, mengenang hari-hari terakhir almarhumah yang tak seperti biasanya. Seolah memberi isyarat.

“Dia selesai mengantarkan saya lomba paduan suara PKK. Tak seperti biasanya, dia mencium saya beberapa kali sambil memberi semangat,” cerita Istiana kepada Ipuk.

“Ada apa kok tiba-tiba gini?” lanjut Istiana bercerita.

“Tidak apa-apa, Bu. Aku sayang ibu, ayah dan adik-adik. Rawat mereka ya, Bu,” ungkap Istiana menirukan jawaban gadis berusia 23 tahun itu.

Selama hidupnya, ANK dikenal sebagai pribadi yang baik. Selain berbakti kepada kedua orangtuanya, ia juga mendedikasikan penghasilannya bekerja untuk membantu adik-adiknya yang masih bersekolah. Beberapa hari sebelumnya, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk berkurban.

“Dia ingin gajinya besok untuk bantu diberikan adiknya dan kurban (Idul Adha),” kenang ibunya.

ANP merupakan karyawan yang teladan. Ia sudah bekerja selama 6 tahun sebagai penjaga tiket di Pelabuhan Gilimanuk. Pada hari Selasa malam, ia hendak menuju tempat kerjanya. Saat itu, ia mendapat giliran bekerja malam bersama enam orang kawannya.

Bupati Ipuk terus membesarkan hati keluarga.

“Yang sabar nggeh, Bu. Insya Allah beliau syahid karena berpulang saat akan berangkat kerja mencari nafkah,” ujar Ipuk.

“Saya yakin anak ibu adalah anak yang salihah, apalagi tadi beliau berniat untuk kurban saat Idul Adha nanti dari gaji yang didapatkan,” imbuh Ipuk sembari menenangkan ibunda korban.

Bupati Ipuk juga menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. “Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan duka yang mendalam atas musibah ini. Kami berdoa agar korban yang telah berpulang mendapat tempat termulia di sisi Allah SWT,” doa Ipuk. ( Kang Bandri/PelitaNusantara.com)