BPBD Sukoharjo Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana

Whatsapp Image 2024 05 20 At 14.54.39
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

SUKOHARJO,PELITANUSANTARA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menggelar simulasi tanggap darurat bencana alam gempa dan kebakaran, di Gedung Perkantoran Terpadu Menara Wijaya yang berlantai 10, Jumat (17/5/2024). Simulasi digelar agar Tim BPBD dan ASN cepat dan sigap jika terjadi bencana.

Simulasi dimulai dengan menyalanya sirine di dalam gedung. Setelah itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di Menara Wijaya dievakuasi untuk keluar dari gedung. Kemudian, mobil ambulan dan mobil pemadam kebakaran berdatangan.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Sejumlah petugas BPBD bersama Tim SAR pun masuk ke gedung melakukan penyisiran, apakah masih ada pegawai di dalam gedung. Dalam penyisiran tersebut disimulasikan sejumlah ASN menjadi korban, sehingga harus ditandu untuk keluar gedung.
Bahkan, petugas harus melakukan “vertical rescue” dengan menggunakan tali, untuk mengevakuasi korban, karena akses keluar sudah tertutup api.

Setelah itu, petugas pemadam kebakaran juga melakukan upaya pemadaman api.

“Hari ini BPBD menggelar simulasi tanggap darurat bencana, di Gedung Menara Wijaya yang memiliki 10 lantai. Ini hanya simulasi untuk kesiapan jika terjadi bencana. Meski tidak ingin ada bencana, tapi kalau toh ada bencana, ASN dan juga petugas sudah siap,” jelas Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat menyaksikan simulasi tersebut.

Bupati melanjutkan, simulasi penting karena gedung terpadu yang ditempati merupakan gedung bertingkat 10 lantai.

“Dengan simulasi ini petugasnya siap, sarana prasarana juga siap. Harus gerak cepat jika ada bencana,” tegasnya.

Dikatakan, gedung Menara Wijaya sudah dilengkapi dengan APAR dan instalasi pemadam kebakaran otomatis. Meski begitu, semuanya harus disiapkan sejak dini jika benar-benar terjadi bencana, termasuk proses evakuasi yang harus dipahami seluruh ASN.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Aryanto Mulyatmojo menyebut, simulasi melibatkan sejumlah instansi. Seperti pemadam kebakaran, Satpol PP, Tim Medis Dinas Kesehatan, Tim SAR, Satpol PP, dan lainnya.

“Simulasi ini dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Alam 2024. Hari ini menyimulasikan adanya bencana gempa dan kebakaran, di gedung perkantoran bertingkat,” katanya.(***)