Biarlah Kehendak-Nya Terjadi

TANGAN+TUHAN+SEDANG+MERENDA+SUATU+KARYA+YANG+AGUNG+MULIA+SAATNYA+‘KAN+TIBA+NANTI+KAU+LIHAT+PELANGI+KASIH NYA
TANGAN TUHAN SEDANG MERENDA SUATU KARYA YANG AGUNG MULIA SAATNYA ‘KAN TIBA NANTI KAU LIHAT PELANGI KASIH-NYA
Ilustrasi Gambar – Pelitanusantara.com

...” apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”…Habakuk 2:3b  

Pelitanusantara.com | Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Jangan pernah lupa bahwa kita diambil dari debu tanah, dan suatu waktu kelak akan kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah kita diambil; dari debu dan akan kembali menjadi debu.
Yesaya 64:8 mengingatkan kita tentang hal itu; :Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!…” Sadarkah bahwa kita berharga di mata-Nya, tak ada satupun dari ciptaan-Nya, yang dibentuk oleh tangan-Nya, dan dihembuskan Roh Allah yang menjadi nafas hidupnya kecuali manusia. Itulah sebabnya Ia memandang “kita berharga”, dan mulia dan Ia mengasihi kita. Ia tak sekedar menjadikan kita tanpa tujuan yang pasti, tetapi Ia punya rencana indah atas tanah-Nya, yaitu kita, Ia ingin ciptaan-Nya mencerminkan kemuliaan-Nya. Ia akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul…Yesaya 41:18. Ia tak ingin kehidupan kita kering kerontang tak berpengharapan, itu sebabnya Ia mengairi kehidupan kita dengan aliran air kehidupan-Nya.

Jika pada hari-hari ini  kita masih merasa  kehidupan kita kering dan gersang, banyak hal yang kita harapkan seakan hanya menjadi angan belaka. Apa yang kita kerjakan seakan hanya berwujud kesia-siaan. Kita maunya Tuhan menuruti keinginan kita, dan mengabulkan doa-doa kita sesuai dengan waktu dan cara yang kita tentukan. Disinilah kita sedang memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Dan ketika jawaban Tuhan tidak sesuai dengan yang kita kehendaki, lalu kita menjadi kecewa dan marah. Perhatikan apa yang Tuhan ajarkan saat Dia berdoa ketika menjelang kematianNya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” …Matius 26:39. Ingat Kehendak Bapa adalah yang terutama bagi Tuhan Yesus, demikianlah juga seharusnya dengan kita, baca Maz 27:14 dan 25:3a…Tuhan Yesus memberkati.

Pdt.Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EMC