MTB – Tokoh Muda Muslim Tanimbar, IRWAN RUMASERA kepada media ini menegaskan kalau Sikap diskriminasi dan stigma lewat hembusan isu politik Identitas. Sentimen kesukuan dan agama yang tendisius stereotip sudah tidak relevan dengan Politik Pilkada Tanimbar hari ini.
Lanjutnya, Belajar dari Tjhai Chui Mie adalah Wali Kota Singkawang 2017—2022 Provinsi Kalimantan Barat dan merupakan satu-satunya wali kota perempuan dari etnis Tionghoa di Indonesia. Berhasil membawa Singkawang sebagai kota paling toleran di Indonesia.
Selanjutnya Freddy Thie, Bupati Kaimana, Provinsi Papua Barat, adalah seorang tokoh yang menginspirasi dengan dedikasi dan inovasinya dalam memajukan daerah yang ia pimpin. Dengan segudang prestasi dan program unggulan yang berhasil ia jalankan, Freddy Thie menjadi contoh nyata Bupati Etnis Tionghoa yang berhasil Membangun Kaimana Maju.
Rakyat Tanimbar sudah sangat cerdas dalam menentukan sikap dan pilihan Politik Tentunya kepada pasangan Calon Kepala Daerah yang mempunyai roh, cita-cita, dan spirit untuk membangun Tanimbar Maju.
Isu Etnis yang sengaja ditujukan untuk menggoyahkan eksistensi pasangan Jawerissa- Ratuanak yang dukungannya semakin menguat dalam kontestasi politik pilkada Tanimbar.
Serangan-serangan untuk mendown grade sebagai upaya menurunkan citra dan menimbulkan antipati dari konstituen namun yang terjadi adalah Paradoks. Semakin santer dalam memainkan isu maka rakyat Tanimbar semakin defense terhadap tekad sikap dan pilihan politiknya kepada pasangan Jawarissa_ Ratuanak.
Jadi Tak perlu untuk beri Atensi berlebihan Terhadap hembusan isu murahan.
Tetaplah Luruskan niat, Mantapkan langkah, Kobarkan semangat juang, dan raih Kemenangan tanpa saling mencederai agar semuanya jadi damai dan Indah.
Untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain. Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara konsisten.
Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita.
Ingatlah…
Permata akan terus bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat. Majulah Tanpa Menyingkirkan, Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan, Jadilah Baik Tanpa Harus Menjelekkan dan Jadilah Benar Tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain. Teruslah ajak dan rangkul saudara/i kita (Tetangga, Rukun, kampung, dan dimana saja kita berada) agar Bersatu Membangun Tanimbar Maju.
Jadilah Pribadi Yang Sibuk Membuktikan Bukan Sibuk Memfitnah dan menjatuhkan.
Bersatu Membangun Tanimbar Maju.
Selogan ini mestinya menjadi acuan bagi masyarakat Tanimbar untuk memilih pemimpin dalam Kontestasi politik Pilkada Tanimbar Periode 2024-2029.
Ditengah memanasnya pentas politik Pilkada Tanimbar.
Janganlah mencederai capital sosial bumi duan lolat yakni Saling memberi dan menerima, toleransi, bekerja sama, bergotong royong, dan bersatu padu. Hindarilah pemikiran untuk mengajak dan mempengaruhi konstituen agar memilih pemimpin Tanimbar berdasarkan Etnis, wilayah, kecamatan, ataupun Desa anda. karena kelak yg terpilih bukanlah pemimpin etnis, kecamatan, ataupun pemimpin desa anda tetapi pemimpin Tanimbar.
Saatnya untuk kita mencegah disparitas pembangunan dengan memilih pemimpin yg hakekatnya memperjuangkan nasib Tanimbar bukan nasib kecamatan dan nasib desanya semata pemimpin yg memberikan distribusi dan alokasi yg lebih adil dengan menerapkan konektivitas domestik sehingga bisa mencapai pembangunan yg inklusif dan berkeadilan.
Tak peduli pemimpin itu lahir dari mana.
Yang terpenting adalah dapat membawa perubahan yang ditandai dengan Tanimbar maju.
Maka pasangan yang paling ideal dan Relevan adalah Bersama JAUWERISSA RATUANAK BerSAtu Membangun Tanimbar Maju. Tutupnya. (SR)













