Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang mempercayakan dirinya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi sungai ….
Yeremia 17:7-8
Aku dan istriku baru saja pensiun dan pindah ke negara bagian lain setelah tinggal di tempat yang sama selama 41 tahun. Kami tidak mengenal siapa pun di sini sehingga cukup menantang untuk membangun kehidupan dan relasi baru serta menemukan komunitas iman. Namun, kami mengimani rencana Tuhan bagi kami.
Sejak kami pindah, aku jatuh cinta pada pepohonan tua di hutan mangrove kami yang indah. Pepohonan di sana telah dibentuk oleh angin laut, badai, dan matahari yang terik. Meskipun begitu, pepohonan ini menyediakan tempat berlindung bagi begitu banyak hewan dan tumbuhan. Akarnya menancap ke tanah berpasir, melindungi daratan pantai.
Ketika aku ragu akan masa depan, aku hanya perlu berjalan menyusuri hutan mangrove serta mengagumi kekuatan dan daya tahan pepohonan kokoh itu.
Kami bertekad untuk berbaur dan berperan serta di komunitas baru kami. Kami percaya bahwa di tengah badai kekecewaan dan badai perubahan sekalipun, kami akan selalu berakar dalam kasih pemeliharaan Allah
Pokok Pikiran:
Aku akan “merambatkan akarku” dengan memercayai rencana Allah bagiku.
Doa:Allah yang setia, terima kasih karena Engkau selalu hadir dalam ciptaan-Mu. Tolong kami selalu memercayai Engkau, Sang Pencipta dan Pemelihara segala ciptaan. Amin.
Doa Syafaat:Orang-orang baru di komunitasku
Penulis: Robert J. Brooks (North Carolina, Amerika Serikat)
Sumber : Saat Teduh
