Benny Susetyo : Hendaknya Para ASN Bergerak Sesuai Proses Birokrasi Yang Baik, Patuh Pada Peraturan dan Bekerja Sesuai Sistem Yang Berlaku

WhatsApp Image 2022 07 06 at 08.57.29 (1)
Img 20241215 Wa0122
File 00000000d2f0720984501526d662de3c
Spread the love

Kupang-Pelitanusantara.com-Kedeputian Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembina Ideologi Pancasila menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara pada hari Selasa (05/6/2022) yang bertempat di Aston Kupang. Diadakannya kegiatan tersebut dalam rangka melakukan pendalaman nilai-nilai dasar Pancasila kepada Aparatur Sipil Negara, agar para ASN senantiasa setia kepada Pancasila serta berperan aktif dalam upaya memajukan bangsa dan negara. Acara diklat ini antara lain menjangkau para ASN di wilayah Tengah dan Timur Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat.

WhatsApp Image 2026 04 09 at 06.35.58

Dalam sambutannya Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Baby Siti Salamah menyatakan bahwa dalam diklat ini diharapkan para ASN tidak saja mampu menghapal Pancasila, tapi benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari dan dengan keberadaan pendidikan dan pelatihan ini hendaknya para Peserta dapat senantiasa berkontribusi positif terhadap perkembangan bangsa dan negara dimulai dari lingkungan keluarga dan kerjanya masing-masing.

Acara yang menghadirkan kurang lebih 140 orang peserta ini dibuka oleh Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo sebagai perwakilan dari Kepala BPIP. Dalam pembukaan acara diklat ini, Benny menyampaikan bahwa ASN harus memiliki Logos, Ethos dan Pathos dalam menghadapi era digital dan penuh kebohongan ini. Dalam era dimana persepsi menjadi raja, ASN hendaknya tidak terjebak dalam kultur kematian hingga terlibat dalam radikalisme, berita bohong dan narasi-narasi yang ingin merubah ideologi yang dianut bangsa Indonesia dari ideologi praktis dan humanis yaitu Pancasila, menjadi ideologi utopis berbasis keagamaan yang cenderung hanya menjual mimpi dan tidak menjejak bumi.

Benny yang merupakan Pakar Komunikasi lebih lanjut menyatakan bahwa hendaknya para ASN bergerak sesuai Proses Birokrasi yang baik, yang patuh pada peraturan dan bekerja sesuai dengan sistem yang berlaku, ASN yang baik adalah mereka yang dapat menjadikan Pancasila sebagai working dan living ideologi yaitu ideologi yang tidak hanya bergerak dalam tataran teori, namun menjadi ideologi yang hidup, berkembang dan bekerja nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Benny menutup paparannya dengan menyatakan bahwa ASN yang merupakan komponen kerja dari negara harus dapat menjadi cermin nyata dalam upaya Aktualisasi Pancasila, karena masyarakat melihat kualitas Negara tercermin dari para ASN nya. Oleh karena itu, maka para ASN harus bekerja secara baik, efektif dalam melayani masyarakat sebagai bukti nyata Aktualisasi Pancasila.

Acara Pendidikan Dan Pelatihan yang sedianya akan diselenggarakan selamat 3 hari hingga tanggal 7 Juli 2022 ini juga dihadiri oleh narasumber antara lain Ibu Paula Theresia Ekowati dan Bapak Ken Setiawan.

Selepas kegiatan, Tim dari BPIP yang antara lain terdiri dari Anggota Dewan Pengarah Bapak Andreas Anangguru Yewangoe, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Ibu Baby Siti Salamah, Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Antonius Benny Susetyo beserta perwakilan dari Lemhanas melakukan Silaturahmi dan Diskusi bersama Gubernur NTT BapakViktor Bungtilu Laiskodat Di kantor Gubernur NTT. Dalam kesempatan ini Bapak Gubernur menyatakan mendukung kiprah BPIP dalam melakukan penyegaran kembali terhadap Aktualisasi nilai Pancasila khususnya kepada ASN di wilayah kerja Nusa Tenggara Timur, lebih lanjut lagi Bapak Gubernur juga mengharapkan terjalin kerjasama erat antara BPIP dan Pemda NTT demi menuju tidak saja NTT namun Indonesia yang lebih baik dan lebih berpancasila. (A. L. Malo)