MENJADI SABAR DITENGAH MASA-MASA SUKAR SEPERTI YANG KITA ALAMI HARI-HARI INI BUKANLAH HAL YANG MUDAH. KARENA ITU KITA PERLU DAN TERUS BELAJAR MENJADI ORANG YANG SABAR
”Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.” Amsal 14:29
Mengapa banyak orang suka marah-marah tak terkendali? Marah bukan hanya tanda orang kehilangan kontrol diri, marah juga merupakan tanda yang kuat orang yang menyimpan ketakutan dalam dirinya.
Ingatlah saat terakhir marah-marah, ingatlah perasaan-perasaan apa yang ada dibalik kemarahan.
Jujur saja, bukankah ada setumpuk ketakutan di sana? Takut disepelekan, takut tidak dihargai, takut kehilangan wibawa (lalu berpikir dengan marah-marah, orang menjadi takut dan akan mendapat kewibawaan), takut tidak dipedulikan, takut kebaikan yang sudah diberikan sia-sia dan tidak dihargai, takut tidak dipahami, takut… dan seterusnya…
”Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Amsal 16:32
Marah juga sering berarti orang takut kesalahannya dan kebohongannya terbongkar; ia berusaha menutupi kelemahannya dengan marah-marah.
Jadi ada banyak ketakutan dibalik kemarahan, bukan? Hanya orang sabar, tak perlu ada rasa takut, maka tidak perlu marah-marah. Mari belajar menjadi orang yang sabar, selesaikan semua masalah dengan bijaksana, bukan dengan emosi.
”Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.” Amsal 14:17
Selamat beraktifitas dalam perkenan-Nya. WIN with GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.
Abah Daniel
