Belajar Dari Kegagalan

  • Bagikan
ilustrasi gambar/pelitanusantara.com

 

(Panduan Praktis Hidup Berkemenangan Saat Pandemi Covid-19)

Penulis Anita Rohana Sitio,SP.,M.Pd.K

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadaNya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya

~Mazmur 37 :23-24~

ilustrasi gambar/pelitanusantara.com

Pertama – Langkah Orang yang Berkenan (Mazmur 37 : 23)

Tuhan yang menetapkan langkah-langkah orang yang berkenan kepadaNya. Perkenanan Tuhan bagi kita karena  sudah dibenarkan melalui penebusanNya dikayu salib. Manusia lama yang tidak memiliki tujuan hidup dibaharui menjadi manusia rohani yang kembali kepada tujuan Allah semula. Pada Kitab Kejadian 1 :26 Allah menjadikan kita menurut gambar dan rupa Allah. Inilah tujuan mulia melalui proses hidup di bumi yang sementara.  Untuk menjalani tujuan mulia Tuhan, kita tidak dibiarkan sendiri.Tuhan menyediakan buku pendoman yaitu Alkitab. Tuhan menyediakan Penolong yaitu Roh Kudus yang menyertai kita selama-lamanya (Yohanes 14 :16). Begitu lengkapnya penyediaan Tuhan untuk sampai kepada tujuan muliaNya.Setelah kelahiran baru, secara lahiriah kita bergerak, belajar, bekerja seperti siklus umumnya manusia tetapi kita juga semakin menyerupai gambar dan rupa Allah.Sungguh menjadi pribadi yang sangat beruntung karena Tuhan yang menetapkan langkah hidup.Jadi usaha, pekerjaan, prestasi belajar dan pandemi Covid -19 tidak menetapkan langkah kita.Ketetapan Tuhan itu teguh, tidak tergoyahkan.Walaupun dalam perjalanan mengalami kegagalan atau tidak berhasil mencapainya hari ini, bersyukurlah karena Tuhan sudah menetapkan langkah kemenangan bagimu.

Apakah kamu sudah hidup dalam tujuan Allah? Teguhlah berjalan dalam tujuan mulia Tuhan!

Kedua – Kegagalan Daud (Mazmur 37 :24)

Rasa kuatir yang sedang melanda dunia karena penyakit Covid-19 membuat banyak orang mengalami  kegagalan dalam rencana usaha, pekerjaan dan rencana yang lain.   Dalam perjalanan hidup Daud juga menceritakan kegagalan walau dengan kasus yang berbeda.Kegagalan Daud dalam menjaga kekudusan hidupnya dengan mendapatkan istri prajuritnya sendiri.Daud juga gagal mendidik anak-anaknya sehingga ada yang memberontak dan melakukan perzinahan diantara anak laki-laki dengan anak perempuannya.  Dalam kegagalannya, dia berani berkata apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya. Ungkapan ini menjadi pengalaman nyata bagi Daud ditengah kegagalan yang dialaminya.Kecenderungan sikap orang gagal adalah terpuruk, sulit bangkit dan hidup dalam rasa bersalah, kecewa, menyesal. Namun bagi umatNya, Tuhan punya banyak cara untuk menolong dan membangkitkan. Jika engkau menemukan banyak cara yang Tuhan menolongmu, itu petanda bahwa kamu pribadi yang selalu bersyukur dan mudah bangkit.

Kegagalan apa yang saudara/i-ku alami saat ini? Pandanglah kepada Yesus dan lihatlah Dia pasti datang menopang tanganmu.

 

Ketiga – Si Bayi Jatuh Bangun  ( 2 Tawarikh 26 :5 b)

Bayi yang berusia sekitar 10-12 bulan adalah masa mulai belajar merangkak, berdiri dan berjalan. Kurang lebih dua bulan bayi akan terus berlatih dan menunjukkan kemajuan hari lepas hari. Bayi akan jatuh berulang kali setiap hari dalam usahanya bisa berjalan. Namun, besok hari bayi akan terus mencobanya lagi dengan tidak mengingat kegagalan hari kemarin.  Padahal bayi itu belum sekolah, masih sedikit kosa katanya.Bahkan belum pernah punya pengalaman berjalan.Berbeda dengan orang dewasa yang mengalami gangguan bagian kaki dan belajar untuk berjalan kembali.Orang dewasa ini sudah mengalami pengetahuan yang cukup, banyak konsultan medis atau terapis dan sudah pernah berjalan sebelumnya.Kebanyakan orang lebih risau atau kuatir menanti orang dewasa yang bisa berjalan kembali daripada bayi akan sedang berusaha untuk berjalan pertama kalinya.

Oleh karena itu, janganlah risau atau kuatir jika hari ini kita mengalami kegagalan dan diwaktu lalu mengalami keberhasilan. Seperti Tuhan memberi pertumbuhan pada bayi agar bisa berjalan, demikian Tuhan akan memberi pertumbuhan kepada kita untuk bisa bangkit lagi dari kegagalan. Terhubunglah dengan sumber pertumbuhan itu, supaya kita apa yang harus kita lakukan untuk bangkit kembali. Mungkin harus menerima kenyataan dulu, mungkin harus mengampuni dulu atau mungkin harus berdamai dengan diri sendiri.Mungkin harus bersyukur dulu, karena bersyukur artinya kita setuju dengan caranya Allah berperkara dalam hidup kita.

Apa yang membuatmu sulit bangkit dari kegagalan?

 

Keempat – Kegagalan di Balik Lampu Listrik (Amsal 24:16)

Pada tanggal 22 Oktober 2020 dunia akan memperingati 141 tahun penemuan lampu bola pijar yang menerangi dunia (sumber kompasiana ‘Bola Lampu Pijar Penemuan yang Mengubah Dunia’).  Dalam catatan sejarah awal abad ke-19 terdapat lebih dari 20 ilmuwan yang pernah meneliti cara menciptakan bola lampu, tetapi hasilnya belum menggembirakan sampai muncul ilmuwan Thomas Alfa Edison penemu Lampu Pijar.  Berapa kali dia mencoba? Dalam Media Forbes mengutip kata-kata Thomas :” Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun.  Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru, Ketika saya mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar”.Kegagalan adalah satu penemuan yang keliru.  Suatu cara pandang positif tentang kegagalan yang bisa membuat hati kita tetap terbakar untuk terus bangkit dan menang.  Hari ini kita belajar bahwa tujuh kali orang benar jatuh namun akan bangun kembali.  Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu dan jika engkau mendapatnya maka ada masa depan dan harapanmu tidak akan hilang.

Penyediaan apa yang kamu perlukan dari Tuhan saat alami kegagalan? Sampaikanlah padaNya dalam doamu!


Kelima – Kegagalan Petrus ( Yohanes 6 : 68)

Petrus adalah salah satu murid Yesus yang beriman dan pemberani.Tetapi kelancangannya terkadang membuatnya jatuh dalam kesalahan yang memalukan dan mengalami kegagalan yang menyedihkan.  Ketaatan kepada Tuhan adalah proses belajar dan kegagalan adalah bagian dari pertumbuhan kita sebagai hamba yang rendah hati.  Sungguh kegagalan adalah alat pembelajaran yang baik seperti yang dialami Petrus. Teguran Yesus begitu keras kepada Petrus  pada Markus 8 : 33 “ Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”. Jalan Tuhan lebih tinggi dari cara-cara duniawi.Petrus  belajar lagi dari kegagalan selanjutnya. Dia tidak mengaku sebagai murid Yesus sampai ayam berkokok tiga kali.Dia mengalihkan pandangannya dari Yesus.Rencana Tuhan pada Petrus tidak berhenti karena kegagalan ini. Pada bacaaan saat teduh hari ini, Petrus berkata kepada Tuhan : “ Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah hidup yang kekal”.

Petrus mengambil pelajaran dari kegagalannya dan menaruh dalam hatinya.Itulah yang membuat Petrus bangkit dan semakin kuat dalam iman.  Kita mungkin akan lebih suka bertumbuh dalam iman tanpa perlu berbuat kesalahan dihadapan Tuhan. Kenyataannya tidak bisa dipungkiri kalau kita cenderung berbuat kekeliruan.  Kegagalan akan membuat kita bijak dan semakin taat kepada Tuhan

Apakah kamu  mudah bangkit dari kegagalanmu? Belajarlah dari Petrus!

 

Keenam – Kegagalan yang Disalahpahami (Filipi 2 : 8-9)

Jika dipandang dari segi hukum, kisah Yesus mati dikayu salib dapat diartikan bahwa Yesus penjahat yang super jahat, karena pada jaman itu kematian di kayu salib jadi lambang pembuat kejahatan besar.Pada masa pandemi covid-19, ribuan tahanan di Indonesia dibebaskan dan ditegaskan tidak melakukan kejahatan lagi. Namun, beberapa tahanan yang sudah dibebaskan ini gagal mematuhi aturan dan melakukan kejahatan yang sama yaitu mengambil yang bukan menjadi haknya. Apakah Yesus melakukan kesalahan, kegagalan sehingga dihukum di kayu salib? Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan mati dikayu salib.  Itulah sebabnya Allah sangat mengaruniakan kepadaNya nama diatas segala nama.  Yesus jadi teladan saat kita berada diposisi paling rendah, pada titik nadir hidup kita.Pemasukan berkurang karena usaha dan pekerjaan kita yang terganggu pada saat pandemi Covid-19 tentulah tidak mudah untuk kita menyesuaikan diri.Bangkitlah, engkau tidak sendirian. Yesus adalah Imam Besar  yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.

Mari teguhkan hatimu dan saudara seiman bahwa Yesus yang kita sembah tidak pernah gagal dengan ketetapannya, sekalipun cara kematiannya di kayu salib sepertinya diartikan begitu. Karena tujuan kita menjadi serupa dan segambar dengan Tuhan, maka kitapun dimampukan mengalami kemenangan dari tiap kegagalan dan kelemahan.

Seberapa sering kamu menceritakan Yesus  yang tak pernah gagal dalam ruang media sosialmu?

Ketujuh–  Bangkit dari Tiap Kegagalan

Tembang Lagu Kenangan yang bisa kita dengarkan di link https://youtu.be/MGKdXdd9tSs (Ditengah Ombak by Iva Taolin Cover). Liriknya dituliskan sebagai berikut :

Ditengah ombak dan arus pencobaan

Hampir terhilang tujuan arah hidupku

Bagaikan kapal yang selalu diombang-ambingkan

Mengharap kasihNya seolah-olah tiada mampu

            Yesus perhatikan kehidupan semua s’tiap orang

            Yang sudah rusak dibetulkan dengan penuh kasih sayang

            Yesus perhatikan tiap tetesan air mata

            Dia mengenal hatiku yang penuh penyesalan dosa

Seorang yang sedang terdampar di laut dan alami kapal yang terombang-ambing hanya menginginkan satu hal yaitu tiba didarat. Dia akan mengerahkan semua kekuatannya untuk mencapai tujuan tiba di daratan dengan selamat.  Selamat beribadah di rumah/kost kita hari ini. Bangkit pemuji, pendoa, pengkotbah, pelaku kebenaran dan pemenang dalam ibadah kita hari ini

 

Temukanlah kebangkitan Tuhan dalam persekutuanmu dalam Tuhan setiap hari !

Daftar Pustaka

____Alktab. Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta, 2012

____ www.kompasiana.com

____ sabda.org

  • Bagikan