Banyuwangi – Pelitanusantara.com Jumlah penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Banyuwangi mengalami penurunan drastis. Hal itu terlihat dari kurangnya kuota penumpang yang menyebabkan beberapa maskapai harus berhenti beroperasi dan menggunakan satu maskapai saja.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, Ali Ruchi menjelaskan kepada Pelitanusantara.com, layanan penerbangan di Bandara Banyuwangi melayani Rute Banyuwangi – Jakarta dan Banyuwangi – Surabaya saja. Itupun tidak melakukan penerbangan setiap hari dan hanya dilayani dengan satu maskapai Citilink.
“Jadwal penerbangannya cuma hari senin, kamis, dan sabtu. Tentunya setelah memenuhi Kuota BEP airlines. Bahkan, hari Kamis, (2/9/2021) hanya 5 penumpang untuk Banyuwangi – Surabaya yang kemungkinan di tunda atau gabungkan jadwalnya di hari tertentu” ujarnya, Kamis (2/9/2021)
Lebih lanjut, Ali Ruchi menjelaskan, penurunan jumlah penerbangan ini akibat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Salah satu pertimbangan untuk menghindari kerugian yang besar adalah menunda aktivitas penerbangan terlebih dahulu.
“Pertimbangan untung rugi di saat pendemi ini juga menjadi hal yang penting bagi sektor usaha penerbangan. Kalau jalan terus tetapi rugi, lebih baik sementara harus pending dahulu. Meskipun pending pun bisa dikatakan rugi juga namun perhitunganya berbeda,” pungkasnya.>>♡☆ *(Kang Bandri/PelitaNusantara.com)*
