Janganlah kamu menjadi hamba uang Dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13: 5)
Pelitanusantara.com Di dunia yang semakin modern , kita sering mendengar istilah “hedonisme.” Gaya hidup ini seolah menjadi tren, karena dianggap menyenangkan dan memuaskan. Namun, sebagai orang Kristen, kita perlu memahami apa itu gaya hidup hedon menurut kekristenan. Apakah gaya hidup ini sesuai dengan kehendak Tuhan? Atau justru membawa kita menjauh dari-Nya?
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menempatkan kesenangan atau kenikmatan sebagai tujuan utama. Alkitab memperingatkan bahaya gaya hidup seperti ini. Dalam 1 Yohanes 2:15-16 tertulis, “Janganlah kamu mencintai dunia dan apa yang ada di dalamnya…”
Kita pasti sering menjumpai orang yang tidak puas dengan apa yang dia punya, atau jangan jangan kita sendiri?
Banyak kita jumpai orang yang mengambil yang bukan haknya, misalnya korupsi. Seseorang yang melakukan korupsi adalah orang yang tidak pernah merasa cukup, sehingga dia melakukan hal yang merugikan orang. Contoh lain juga, mencuri, merampas, merampok, dan sebagainya. Dalam dunia ini Kita akan akan tergoda oleh hal jahat, namun bagaimana dengan iman kita kepada Tuhan? Apakah kita goyah ketika diperhadapkan dengan hal seperti itu? Atau apakah kita tidak tahu bersyukur dalam situasi dan kondisi yang tidak baik itu?
Ibrani 13:5 ini mengingatkan kita agar kita hidup dengan seadanya, hidup secukupnya, ya memang akan ada godaan atau ketertarikan untuk memiliki ini dan itu. Namun kita harus mengucap syukur dengan apa yang kita punya. Kita harus dapat membedakan apa itu kebutuhan, dan apa keperluan.
Kita orang Kristen sering mengucapkan doa bapa kami “berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, Tuhan telah memberikan apa yang menjadi kecukupan, namun kita tidak merasa puas, tidak bersyukur, hingga kita bisa mengharamkan segala cara untuk membuat kita puas, namun itu tidak akan pernah terjadi. Ada istilah yang mengatakan orang serakah itu, seperti meminum air laut. Tidak akan pernah merasa puas.
Dalam nats mengingatkan baiklah kita mencari kerajaan Allah. Orang yang hidupnya melakukan yang berkenan dihadapan Allah dengan sendirinya hidupnya akan tercukupi. Allah tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kehidupan orang yang berkenan kepadanya. Kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita,Tuhan akan mencari kita, Tuhan akan memelihara kehidupan kita. Maka apapun yang ada pada kita hari ini, apapun yang kita rasakan hari ini percaya Tuhan telah memelihara bukan meninggalkan. Untuk itu kita harus tetap mengucapkan syukur dan mencukupkan diri dengan yang ada pada kita
Selamat beraktivitas dalam anugerah dan penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin!
Pdt.Dr Adolf Bastian Butarbutar [KINGMI]
