Aria Tadah: Mahapatih Majapahit yang Bijak dan Berpengaruh

IMG 20250627 WA0063
Ilustrasi gambar mengunakan teknologi AI - Pelitanusantara.com

Pelitanusantara.com Di Kerajaan Majapahit, pada abad ke-14, terdapat seorang mahapatih yang sangat berpengaruh dan bijak, yaitu Aria Tadah, juga dikenal sebagai Empu Krewes. Ia menjabat sebagai Mahapatih Majapahit ke-3 dari tahun 1323 hingga 1334 Masehi, sebuah periode yang sangat penting dalam sejarah kerajaan tersebut (Prof. Slamet Muljana, “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”).

Aria Tadah menjadi salah satu patih amangkubumi yang paling berpengaruh di Kerajaan Majapahit, terutama di masa pemerintahan Jayanagara dan Tribhuwana Tunggadewi. Ia dikenal sebagai orang kepercayaan sang ratu, yang memberikan masukan dan nasehat dalam menjalankan pemerintahan Majapahit. Dengan kebijaksanaannya, Aria Tadah membantu menjaga stabilitas dan kemakmuran kerajaan.

Namun, Aria Tadah pernah mengajukan diri untuk mundur dari jabatan patih amangkubhumi karena sakit. Ia merasa bahwa dirinya tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Aria Tadah kemudian merekomendasikan Gajah Mada sebagai penggantinya, karena jasa-jasanya yang besar kepada Jayanagara dan Tribhuwana Tunggadewi (Kakawin Pararaton). Gajah Mada, yang kemudian menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Majapahit, menerima rekomendasi tersebut dan siap untuk mengambil alih tanggung jawab sebagai patih amangkubhumi.

Aria Tadah juga terlibat dalam peristiwa Sadeng, di mana ia mengirimkan utusan untuk menghajar Kembar yang telah mendahului mengepung Sadeng. Namun, peristiwa ini berakhir dengan keberhasilan Tribhuwana Tunggadewi yang memimpin pasukan Majapahit untuk menyelesaikan konflik tersebut. Dengan keberanian dan kebijaksanaannya, Tribhuwana Tunggadewi berhasil menyelesaikan konflik dan menjaga kestabilan kerajaan.

Dengan demikian, Aria Tadah meninggalkan warisan sejarah yang penting dalam sejarah Majapahit. Ia dikenal sebagai salah satu mahapatih yang paling berpengaruh dan bijak dalam sejarah kerajaan tersebut. Kebijaksanaannya dan keberaniannya dalam mengambil keputusan telah membantu menjaga stabilitas dan kemakmuran kerajaan, dan warisannya masih dapat dilihat hingga hari ini.

Sumber:
– Prof. Slamet Muljana, “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”
– Kakawin Pararaton