Akselerasi Pemuda di Kampung Wisata Ramadhan

IMG 20220501 WA0124

TRENGGALEK – Hari Raya Idul Fitri pada tahun 1443 Hijriyah, kawasan perkampungan di Kabupaten Trenggalek semakin terlihat meriah dan unik.  Aneka hiasan warna warni tetap menghiasi kawasan perkampungan. Bahkan, di Desa Desa wilayah Kecamatan Kampak justru merubah area kampung menjadi kampung wisata Ramadhan.

Suasana salah satu sudut jalan lingkungan Dusun krajan,  Desa karangrejo,  Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek pada perayaan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1443 Hijriyah. Disepanjang jalan ini tampak meriah dengan hiasan aneka rumbai dan lampu LED.

Dikawasan ini tampak  hiasan aneka warna dibentuk dan di pasang sedemikian rupa menghiasi sepanjang jalan perkampungan,  mulai hiasan berbentuk melengkung di tepi jalan, hingga menghias dengan lampu warna-warni.

Pemuda Desa karangrejo, Kecamatan Kampak, Catur Rohmad yang juga ketua Remas menyampaikan, proses menghias perkampungam ini sudah dilaksanakan warga sejak H- 5 lebaran. Secara bergotong royong,  warga setempat berbagi tugas untuk memasang hiasan dan merapikan jalan serta membersikan sampah sampah disepanjang jalan kampung.

“Hiasan ini didominasi cenderung warna hijau yang terpasang di sepanjang jalan desa, warna hijau di pilih karena menunjukkan nuansa kedamaian dan kesucian saat Idul fitri,” ucap Catur kepada awak media saat berkunjung, Minggu 1/5/2022.

Catur Rohmad juga menambahkan, Pada perayaan Idul Fitri tahun ini, warga dan para pemuda sengaja merubah disebagian titik kampung dengan motif terbaru atas inisiatif dan ide beberapa teman.

“Ini dilakukan karena tahun ini sudah mulai banyak pemudik, selain itu sudah menjadi tradisi jika kampung ini menjadi tempat berkunjungnya dar sebagian warga kampung sebelah, sehingga warga berupaya menghias kampungnya sebagus mungkin.  Terlebih, dengan adanya hiasan warna warni ini, kawasan perkampungan menjadi terlihat bersih, asri dan lebih indah,” terangnya.

Adapun untuk pembiayaan semua hiasan, lampu, pernak pernik yang dipasang untuk menghiasi kampung, “murni dari swadaya warga dan pemuda kampung setempat, sebagai bentuk rasa cintanya terhadap lingkungan dan meriahnya Hari Raya Idhul Fitri,” tutup catur.

(mj pelitanusantara.com)