BANTUL – Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) hadir menjawab tantangan dan sebagai kawah candradimuka untuk mencetak tenaga profesional dibidangnya.
Ketua Umum AHBI DPN Petrus Loyani, SH., MH., CBL. CTL saat mendeklarasikan
Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) Jogja-Jateng Dideklarasikan, bertempat di Hotel Ros Inn Jl.Lingkar Selatan, Yogyakarta Kamis (22/9/2022).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum AHBI DPN Petrus Loyani, SH, MH, BCL, CTL .,
Biro Hukum Pemkab Bantul, perwakilan perguruan tinggi, Asosiasi pengusaha, perusahaan.
Ketuan Umum AHBI dalam sambutannya, menyebutkan bahwa hadirnya Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia (AHBI) adalah Link and Match atau kebutuhan tenaga ahli yang dilapangan siap mengeksekusi program program perusahaan bisnis yang sangat kurang.
Keterampilan atau skill kemampuan teknis untuk menjadi pelaku profesional bisnis, Itu ternyata cocok dan sinkron dengan program pemerintah yang memang dirasakan bersama yaitu tentang kampus merdeka, untuk belajar merdeka, intinya kampus merdeka perguruan tinggi didorong untuk bekerja sama dengan lembaga- lembaga pendidikan terapan atau profesional untuk menghasilkan sarjana profesional yang mampu bekerja yang tidak hanya mengerti teori tapi benar-benar menjadi praktisi,tuturnya.

Akademi Hukum dan Bisnis Indonesia, bekerja sama dengan beberapa perusahaan dan asosiasi untuk mencetak tenaga profesional yang handal dan mumpuni dibidangnya, untuk menjawab tantangan tersebut AHBI telah menyiapkan lulusan fresh graduate , disiapkan sarana magang bagi lulusan yang mengikuti pendidikan AHBI, sedangkan yang profesional kita harapkan berkiprah ke tingkat yang lebih luas profesional.
Hal Ini adalah perpaduan antara hukum dengan ekonomi, program ini bukan lagi mengkolaborasikan, tapi memang dikawinkan hukum dan ekonomi yang sangat dibutuhkan sebagai profesi elit, bahkan diakui Bupati lewat Biro Hukum, bahwa hal ini merupakan profesional langka. pungkasnya (Ome)
