Trenggalek – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga, mengunjungi Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Sepeda Keren) di Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Rabu 16 Februari 2022.
Didampingi Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, Wabup Syah Muhamad Natanegara dan Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Novita Hardini, Menteri Karbinet Indonesia Maju ini melihat langsung proses inovasi yang berhasil menjadi terbaik dalam Kompetisi Inovasi Publik (Kovablik) Provinsi Jatim tahun 2021 kemarin.
Menteri PPPA , ” menyampaikan, salut mendengar paparan yang di sampaikan oleh kader sepeda keren, karena semua program telah terencana dan semua berbasis data, ini benar benar keren. Semoga praktik baik ini bisa diadopsi di seluruh desa.” tuturnya.
Sambung Menteri PPPA RI sebenarnya jadwal kunjungan ke Trenggalek masih pada Bulan April nanti. Namun karena ingin segera melihat langsung praktik baik yang dilakukan Trenggalek, Februari ini Bintang Puspayoga melakukan kunjungan ke Trenggalek.
Menteri PPPA, berpesan penggunaan kemajuan tekhnologi informasi untuk mendorong potensi yang dimiliki sebagai daya ungkit daerah harus dimaksimalkan, begitu juga mengenai penguatan forum anak serta upaya pencegahan pernikahan anak ini juga harus jadi perhatiyan kusus.
Bintang Puspayoga sangat senang bisa melihat langsung praktik baik yang dilakukan oleh Kabupaten Trenggalek. Diharapkan olehnya, ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi daerah yang lain.
“Perempuan-perempuan hebat, anak-anak yang hebat, adalah generasi penerus bangsa yang hebat,” tuturnya.
Sedangkan Novita Hardini Mochammad, Ketua Forum Puspa Kabupaten Trenggalek saat mendampingi kunjungan kerja Menteri PPPA RI ini menyampaikan, “alhamdulillah hari ini Trenggalek mendapat kunjungan kerja dari Ibu Menteri PPPA yang didampingi oleh Ibu Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Lenny Nurharyanti Rosalin dan segenap jajaran. Patut disyukuri kita mendapat apresiasi karena adanya program Sepeda Keren, dinilai ibu menteri bisa menjadi inspirasi kabupaten/ kota yang lain di Indonesia,” ucapnya.
Tadi saya ajak beliau mengunjungi salah satu desa untuk melihat praktik disiplin Sepeda Keren itu dilakukan dan sambutan beliau sangat luar biasa, tegas Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek itu.
Bupati Trenggalek, Gus Ifin menambahkan “kedatangan Bu Menteri ke Trenggalek tidak hanya semata-mata ke pondok pesantren tetapi beliau mengapresiasi desa ramah anak, desa peduli anak, ramah perempuan, ramah disabilitas, yang itu lahir dari SDM-SDM berkualitas. Terus di didiknya di Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan kelompok rentan,” tuturnya.
Maka nanti plarform sepeda keren ini akan kita perluas. Kalau dulu skalanya mungkin di tingkat kecamatan, di tingkat desa dan besok bisa lebih, ke tingkat institusi, terus tingkat perkantoran.
Tingkat OPD pun menurut saya perlu ada sepeda keren, untuk bisa memastikan bahwa anggaran setiap OPD ini reponsif gender. Seperti di lembaga pendidikan termasuk pesantren.
Dengan adanya kunjungan ibu menteri pada hari ini, kita berharap sesuai dengan RPJMD kita, semoga Trenggalek bisa lebih responsif gender. Mendorong peran perempuan tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga mungkin di jabatan-jabatan posisi managerial strategis, bidang politik dan juga pemberdayaan lain, khususnya bisa membantu desa juga dalam mengakselerasi pembangunannya.
Apalagi desa sekarang spesifik, ingin mencapai SDG’s. Di dalam pilates desa itu ada banyak hal, kemiskinan perempuan bisa ikut berkontribusi, sumber daya manusia bagaimana kemudian gender equality bisa tercapai. Tentu dengan pelibatan perempuan anak dan disabilitas, kelompok rentan akan” bisa tercapai.
Kemudian bagaimana dengan pilar lingkungan hidup, tadi sudah ada perempuan ramah lingkungan yang di inisiasi di Desa Jombok. Dan itu juga hasil dari sepeda keren. Jadi ternyata manfaatnya banyak, kemudian tidak hanya sekedar eksklusif kepada perempuan tetapi adalah pembangunan inklusif keseluruhan pilar-pilar pembangunan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Sedangkan Agus, Kepala Desa Munjungan dihadapan Menteri PPPA menceritakan pada awalnya tidak sepaham dengan program yang di inisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek itu. “Ini program apa lagi,” ceritanya kepada Menteri PPPA di Balai Desa Jombok.
Selain itu sering kali kepala desa berdebat soal anggaran dengan istri karena kecilnya alokasi anggaran desa untuk kegiatan di sektor perempuan. Namun setelah terjun langsung bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kades Munjungan ini menjadi tahu apa manfaat dari Sepeda Keren yang di inisiasi oleh Novita Hardini itu.
Karena tahu manfaatnya yang sangat luar biasa, khusunya perempuan dan kelompok rentan, saat ini Desa Munjungan telah mengalokasikan anggaran yang cukup untuk sektor perempuan yang tentunya manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. (mj pelitanusanta.com)
