SERANG – Sejak Jumat (04/02) pagi telah terlihat erupsi Gunung Anak Krakatau dalam siaran Pers Polda Banten melalui Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Sinto Silitonga menjelaskan kepada awak media bahwa sejak pukul 09.43 Wib terlihat tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 757 m di atas permukaan laut), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat daya, Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 46 mm dan durasi ±50 detik, tidak terdengar suara dentuman dan lebih lanjut pada pukul 10.25 Wib terlihat bahwa tinggi kolom abu teramati ±800 m di atas puncak (± 957 m di atas permukaan laut), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi ±49 detik, tidak terdengar suara dentuman, kata Kabidhumas menjelaskan kepada awak media.
Lanjutnya kata Pria yang murah senyum ini mengatakan bahwa pada pukul 17.09 Wib terlihat ketinggian kolom abu teramati ± 1.000 m di atas puncak (± 1.157 m di atas permukaan laut), Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi ± 2 menit 49 detik, tidak terdengar suara dentuman dan aktivitas gunung berapi di Indonesia terbagi menjadi 4 status/level sebagai dasar peringatan dini bencana gunung api, yaitu Level I (normal), level II (Waspada), level III (Siaga) dan level IV (Awas), dan saat ini Gunung Anak Krakatau dalam status Waspada, oleh karena itu Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah demikianlah penjelasan Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Sinto Silitonga mengakhiri Siaran Persnya (Nena – Pelitanusantara.com)
