Pemerintah Kota Bogor, Balitbangtan dan Balitvet Tandatangani Kerjasama

Kefaspelita
IMG 9261

Kota Bogor – Pelitanusantara.com | pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan MoU dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan Badan Umum Penelitian Veteriner (Balitvet).

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Walikota Bogor, Dedie A, Rachim dan Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry serta Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno dan Kepala Balitvet Indi Dharmayanti di kantor Balitvet, Jalan RE. Martadinata, Ciwaringin, Kabupaten Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (25/8/2020).

“Hari ini kita perpanjang MoU yang kesekian kalinya antara Pemerintah Kota Bogor dan Balitbangtan Kementerian Pertanian. Nah, ada beberapa poin penting yang mewarnai penandatanganan MoU kali ini yaitu kerjasama pertama di bidang penanganan Covid-19 karena di Balitbangtan ada Balitvet yang sudah kita kerjakan bersama sejak Mei lalu untuk uji lab spesimen Covid-19. , ”Ujar Wakil Walikota Bogor Dedie A, Rachim usai penandatanganan.

Selain itu, kerjasama juga diperkuat antara Balitvet dan Dinkes Kota Bogor. Kemudian kerjasama kedua dengan Balitbangtan di bidang pertukaran satwa dilanjutkan.

“Kemarin sempat tertunda karena Covid-19. Ke depan, kami ingin penukaran hewan tetap dapat dilaksanakan di lingkungan Kementerian Pertanian sehingga kesehatan hewan terjamin sehingga masyarakat tidak salah pilih, khususnya untuk hewan kurban, termasuk tim dokter hewan yang siap memeriksa seluruh hewan kurban yang ada di Kota Bogor, ” terangnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian atas proses donasi, khususnya di dua wilayah yaitu Kantor Desa Ciwaringin dan Lapangan Sepakbola Lambau yang sedang dalam proses final.

“Selama ini kita belum bisa melakukan perbaikan di sana karena memang milik Kementerian Pertanian, tapi tadi dikatakan prosesnya sudah mengarah pada proses donasi dan kita tunggu hasilnya supaya bisa benar-benar kita manfaatkan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan, kerjasama lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Bogor di bidang penanganan Covid-19, yakni uji lab spesimen Covid-19. Ia mengatakan, Balitbangtan memiliki 10 pusat penelitian yang membawahi seluruh peneliti pertanian, mulai dari pangan, perkebunan, peternakan dan lainnya.

“Jadi Balitbangtan merupakan lab nasional ke-7 yang menguji spesimen Covid-19, kami ingin teruskan agar setidaknya Balitbangtan juga berkontribusi untuk penanganan Covid-19 khususnya di Kota Bogor meski sampelnya tidak hanya dari Bogor, tapi dari seluruh Indonesia. Tapi kami utamakan dari kota Bogor, ”ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang mengembangkan kit atau alat uji untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

“Kalau labnya jalan, kita punya laboratorium Biosafety Level (BSL) 3 atau termasuk level tertinggi kalau standar lab di dunia dan di Indonesia hanya ada tiga lab, beberapa vaksin diproduksi dari sini,” jelasnya.

Sebelum pandemi Covid-19, Balitbangtan sudah terbiasa melakukan penelitian terkait Corona, seperti Alfa Corona, Beta Corona, Gama Corona, Delta Corona. “SARS-CoV 19 merupakan bagian dari Beta Corona,” kata Fadjry Djufry.

Kepala Balitvet Indi Dharmayanti menambahkan, pengujian kapasitas 100 sampel per hari dan biasanya selesai 1-3 hari.

“Sejauh ini sampel yang diuji ada 700, tapi saat ini menunggu bahan habis pakai berikutnya karena bahannya indentasi atau diimpor dari luar negeri, kalau bupati ada,” ujarnya. (Pelitanusantara.com)