Banyuwangi – Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi mulai bersolek menyambut tahun baru Imlek 2537 Kongzili yang jatuh pada 1 Februari 2022. Bangunan megah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio sudah dipasangi lampion baru untuk menyambut tahun macan air ini.
Klenteng yang berada di Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi ini sejak siang sudah ramai dengan aktivitas umat yang membersihkan bagian luar Klenteng. Mereka mengganti lampion lama dengan yang baru. Pembersihan tempat luar juga dilakukan.
“Kami mulai membersihkan tempat ibadah kami, karena tanggal 1 Februari 2022 ini sudah tahun baru,” ujar Alexander Martin, Sekretaris TITD Hoo Tong Bio kepada jurnalist, Kamis (20/1/2022).
Pengantigan lampion ini, kata Alexander, dengan harapan ada nuansa baru pada perayaan Imlek. Agar umat yang datang diberikan semangat baru dan rezeki yang melimpah serta penuh kemakmuran.
“Harapan penggantian lampion memunculkan semangat baru. Umat diharapkan mendapatkan rezeki melimpah dan sehat sepanjang masa,” tambahnya.
Aksi bersih-bersih klenteng akan berlanjut pada hari Minggu depan. Rencana pembersihan dilakukan di dalam klenteng. Kegiatannya meliputi mengganti jubah Yang Mulia Kongco, abu hingga taplak bordir dengan huruf China.
Sementara prosesi perayaan tahun baru Imlek akan digelar pada 31 Januari 2022. Pada perayaan pergantian tahun itu, kata Alexander, umat akan berdoa untuk kebaikan umat yang salah satunya adalah agar pandemi COVID-19 segera berakhir.
“Kita akan berdoa semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir,” tambahnya.
Sementara itu, tak hanya perayaan sembahyangan, kegiatan perayaan sederhana juga disiapkan oleh TITD Hoo Tong Bio dan Pemkab Banyuwangi. Rencananya perayaan tahun baru Imlek akan digelar pertunjukan kesenian perpaduan etnis Tiongkok dan Using. Kegiatan bakal dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.
“Untuk Banyuwangi Rebound dengan perayaan Imlek akan digelar 5 dan 6 Februari dengan protokol kesehatan ketat. Nantinya akan ada kegiatan kesenian barongsai perpaduan etnis Using dan Tiongkok kami gelar. Juga ada sajian kuliner yang juga digelar selama sehari,”pungkasnya.
Kang Bandri-Pelitanusantara.com
