...”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”…Matius 11:28-30
Pelitanusantara.com | Saat ini setiap kita mungkin sering diajak untuk datang kepada-Nya, namun begitu banyak dari kita yang mengabaikan ajakan sang Juruselamat ini, karena banyak tidak percaya kepada-Nya semakin tajam karena persoalan yang dihadapi. Jika pada ayat sebelumnya Ia hanya memperingatkan, kini Yesus mengecam dengan keras. Mengapa? Sebab banyak mujizat diperlihatkan di hadapan mereka seperti beberapa kasus di Matius 15:30-31… Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel…yang seharusnya mereka memuliakan-Nya. Namun itu tidak memuaskan dan memimpin mereka miliki iman kepada Yesus
Perhatikan apa yang terjadi terhadap mereka yang percaya kepada-Nya, Yesus menaikkan syukur-Nya kepada Allah. Mengapa?
Pertama, adalah Allah sendiri yang menyatakan makna mukjizat Yesus, Kemesiasan Yesus Kristus, dan makna pengajaran Yesus kepada orang kecil yaitu orang-orang yang dengan rendah hati dan sungguh terbuka menerima penyataan Allah.
Kedua, adalah peran Yesus dalam pewahyuan Allah. Wahyu khusus Allah tidak dapat secara langsung dinyatakan kepada manusia karena dosa. Manusia membutuhkan perantara yang menjembatani antara dirinya dengan Allah. Allah menyatakannya di dalam Yesus Kristus ay 27. Seluruh wahyu khusus Allah yang dinyatakan kepada manusia ada di dalam-Nya. Karena Yesus, manusia dimungkinkan untuk mengenal Allah.
Ketiga, kelemahlembutan-Nya saat mengundang setiap kita ay 28-30. Yesus bukan saja sebagai perantara namun Ia sendiri yang memanggil orang- orang untuk percaya kepada-Nya. Ia tidak menawarkan beban tapi menawarkan ketenangan bagi jiwa.
Ajakan-Nya harus direspon dengan ucapan syukur dan ini merupakan anugerah Allah yang luar biasa sebab menunjukan IA peduli kepada kita…Untuk itu Bersyukurlah senantiasa…Tuhan Yesus memberkati…
Ps. Ricardo RJ Palijama – Sekretaris BM Sinode EMC
