Pelitanusantara.com | Suara Kebenaran Injil Hari Ini; Ayub 28:28, tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.“
AKAL BUDI ITU MENJAUHI KEJAHATAN
Sekilas tidak ada perbedaan antara yang Ayub ucapkan tentang nasib orang fasik dari apa yang teman-temannya telah ucapkan sebelum ini. Beberapa bagian seolah bertolak belakang dengan apa yang Ayub nyatakan sebelumnya (Ayub 28:14, bdk. 21:7-9).
Bedanya terletak dalam dua hal. Pertama, Ayub kini tidak sedang berbicara tentang orang fasik pada umumnya, tetapi tentang ketiga sahabatnya itu sendiri yang karena telah menuduh Ayub sembarangan tanpa belas kasihan, telah berbuat jahat. Kemungkinan kedua, Ayub memfokuskan penghakiman Allah bukan pada fakta-fakta kemalangan materialistis seperti yang dipikirkan ketiga sahabatnya.
Menurut Ayub penghakiman itu akan berbentuk “milik pusaka” atau bagian dari orang-orang lalim (Ayub 28:13b). Ayub berpikir secara eskatologis tentang hari penghakiman akhir dari Allah terhadap orang fasik.
Pasal 28 seolah adalah persiapan bagi kebenaran-kebenaran yang kelak akan Allah sendiri nyatakan kepada Ayub. Sesudah menjawab para sahabatnya tentang penghakiman Allah atas orang fasik, kini Ayub masuk lebih dalam ke pertanyaan soal hikmat. Intinya jelas, para sahabatnya tahu banyak konsep tetapi tidak berhikmat. Jadi, “di manakah hikmat boleh didapatkan?” (Ayub 28:12,20).
Keahlian, ilmu, teknologi seperti yang dikenal pada zaman Ayub memungkinkan manusia menggali potensi-potensi bumi dan membangun dunia (Ayub 28:1-11). Namun, hikmat tidak bisa didapat kan melalui kepandaian tersebut. Karena HIKMAT di dapat dari TAKUT AKAN TUHAN. Amen. Pst.harts
