Pelitanusantara.com | Beberapa tahapan dalam mengetahui serta melakukan kehendak Tuhan yang telah di nyatakan dalam pembaharuan budi kita…di dalam Roma 12:2
Pertama, kehendak perintah Allah dinyatakan dengan otoritas yang final dan pasti hanya di dalam Alkitab. Dan kita perlu akal budi yang sudah diperbarui untuk memahami dan menerima apa yang Allah perintahkan dalam firman-Nya. Tanpa akal budi yang diperbarui, kita akan menyelewengkan firman-Nya untuk menghindari perintah-perintahnya yang radikal akan penyangkalan diri, kasih, kesucian, dan kepuasan tertinggi hanya dalam Kristus saja. Kehendak perintah Allah yang berotoritas hanya ditemukan dalam Alkitab. Paulus mengatakan bahwa Kitab Suci itu diinspirasikan dan membuat orang percaya “kompeten, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”…2 Timotius 3:16. Bukan hanya beberapa perbuatan baik. “Setiap perbuatan baik.” 2 Timotius 3:17… Oh, betapa energi, waktu dan pengabdian yang sungguh yang dipakai kita untuk merenungkan Firman Allah yang tertulis.
Kedua dari kehendak perintah Allah adalah penerapan kita akan kebenaran firman Tuhan pada situasi-situasi baru yang mungkin atau tidak mungkin dibahas secara jelas dalam Alkitab. Alkitab tidak memberi ribuan pilihan lainnya yang harus kita buat. Yang perlu kita memiliki akal budi yang diperbarui, sehingga kita melihat dan menilai semua faktor yang bersangkut paut dengan pikiran Kristus, dan memahami apa yang Allah mau kita lakukan…perhatikan Roma 12:2. Ada perbedaan berdoa dan bekerja untuk pembaruan budi yang memahami dan menerapkan Firman Allah, di satu sisi, dengan kebiasaan meminta Allah untuk memberi kita penyataan baru tentang apa yang harus dilakukan, di lain sisi. Tujuan Allah adalah pikiran yang baru, cara berpikir, cara menilai yang baru, bukan hanya sekadar informasi yang baru. Tujuan-Nya adalah agar kita diubah, dikuduskan, dimerdekakan oleh kebenaran Firman-Nya yang dinyatakan…Yohanes 8:32; 17:17. Jadi, tahap kedua kehendak perintah Allah adalah memahami penerapan Alkitab atau Kitab Suci pada situasi-situasi yang baru dalam hidup kita melalui akal budi kita yang diperbarui…dan itu yang sesungguhnya dikehendaki oleh-Nya….Tuhan Yesus memberkati.
Pdt.Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM EMC
