…“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.”…Roma 6:12
Pelitanusantara.com | Kecenderungan hati manusia adalah mengikuti kata hati mereka, mulai dari kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa, maka kuasa maut telah menguasai dunia ini. 1 Yohanes 5:19 katakan bahwa seluruh dunia ini ada di bawah kuasa si jahat. Lalu Yesus hadir dan menebus dunia, namun kuasa dosa masih berjalan, itulah sebabnya kita masih saja begitu rentan berbuat dosa sekalipun kita telah sekian lamanya mengaku diri sebagai anak Tuhan. Sebenarnya bukan hanya Iblis saja yang menjadi dalang kejatuhan manusia, ia memang licik dan jahat, tapi tak seluruhnya benar jika kita mengatakan bahwa manusia jatuh dalam dosa melulu karena kejahatannya.
Kita harus berhati-hati terhadap tipu dayanya, itu sesuatu yang pasti, karena ia mencoba merusak hati dan pikiran kita, sehingga hati dan pikiran kita jadi gelap dan tak dapat membedakan mana yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat sesuai dengan standarnya Tuhan. Itu sebabnya Amsal 4:23 katakan; “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kalau dahulu Iblis punya penawaran yang sangat mahal bagi Adam dan Hawa, yaitu “menjadi seperti Allah” lalu mereka tergiur dan “memilih” untuk melanggar perintah Allah dan “tanpa paksaan dari siapapun” termasuk si Iblis, mereka mengikuti pikiran mereka yang telah disusupi oleh si Iblis. Tuhan maupun Iblis tidak berkuasa untuk memaksakan kehendaknya pada manusia, kita yang menentukan untuk memilih, karena manusia telah diberi kuasa oleh Tuhan untuk menentukan, mau taat ataukah tidak.
“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” Roma 6:12. Paulus melanjutkan : ”Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Roma 6:18. Nasihat Paulus sungguh beralasan, sebab terbukti banyak umat Tuhan yang sudah dimerdekakan, tetapi kembali lagi kepada hidupnya yang lama, karena menuruti keinginannya. Dalam Yakobus 1:14 dikatakan: “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” Kita bersyukur karena Bapa tidak pernah mengijinkan anak-anak-Nya dicobai melampaui kekuatannya, seperti ada tertulis: “Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” …1 Korintus 10:13b. Namun ingat juga, Ulangan 30:19 katakan; “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” Biarlah kita yang telah menjadi milik Kristus Yesus, kita menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya…Galatia 5:24. Sehingga kita dapat memilih apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna…Tuhan Yesus memberkati
Pdt.Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM EMC
