Pelitanusantara.com Cilegon – Hal itu lantaran saat ini, Polres Cilegon Polda Banten sedang melakukan uji coba ganjil genap pada kawasan wisata di wilayah hukum Cilegon.
Pada pelaksanaan uji coba ini, sejumlah pengemudi melakukan komplen kepada aparat kepolisian.
Di antaranya seorang pengemudi bis bernama Agus, yang berniat membawa penumpang ke tempat wisata.
Dirinya komplen kepada petugas bahwa uji coba ganjil genap di JLS dinilai dadakan.
“Sosialisasi ini terlalu mendadak, kita tidak ada informasi apa pun,” kata Agus kepada petugas kepolisian saat di lokasi, Sabtu (11/12/2021).
Menurutnya sebelum dilakukan uji coba, biasanya ada keterwakilan dari setiap pengelola pantai.
Namun setiap kali dirinya ke pantai membawa rombongan, Agus mengaku tidak diberitahukan informasi apapun.
Komplen tersebut pun ditanggapi langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono saat di lokasi.
“Kami sebelumnya telah rapat litas sektoral, semua pengelola wisata kita undang, polres, polsek dan sebagainya,” ujar Sigit.
Dalam rapat itu, kata Sigit, membahas bahwa pemerintah akan melakukan sistem ganjil genap.
Di mana sebelumnya sistem ini akan diberlakukan pada pelaksanaan PPKM level 3.
Namun dikarenakan pelaksanaan PPKM level 3 dicabut.
Kemudian muncul Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri) No 66 Tahun 2021, yang menyatakan bahwa akan diberlakukan ganjil genap.
Pelaksanaan itu dimulai pada tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2021.
Sebelum melaksanakan aturan itu, terlebih dahulu dilakukan uji coba pada hari ini.
“Kita sudah sosialisasikan lewat media nasional dan lokal beberapa hari sebelumnya. Makanya kami melakukan uji coba hari ini,” kata Sigit.
Ia menuturkan, tujuan diberlakukan sistem ganjil genap ini untuk menjaga agar kasus penyebaran covid tidak naik.
“Kalau tidak naik, bapak bisa bebas lewat sini,” ucapnya.
Mendengar ucapan Kapolres Cilegon, Agus menilai bahwa hari ini baru sosialisasi, dan pelaksanannya akan dilakukan pada tanggal 24 Desember 2021.
Kemudian Agus meminta kepada petugas untuk mengizinkannya lewat.
Lantaran menurutnya dirinya sudah membawa penumpang banyak yang hendak melakukan wisata.
“Minta kebijakannya pak, saat ini kan masih sosialisasi, bisa ngga kami lewat hari ini,” ujar Agus memohon kepada petugas.
AKBP Sigit pun kembali memberikan pengertian kepada Agus.
Ia membeberkan, bahwa yang diputar balikan saat itu bukan hanya bis yang dikendarainya saja.
Melainkan seluruh pengendara lainnya pun sama diputar balikan.
“Bapak bisa melihat banyak yang diputar balikan di sana? Apakah kalau bapak tidak di putar balikan, merek tidak kecewa?,” tanya Sigit.
“Pasti semuanya kecewa. Maka dari itu minta kerendahan hatinya untuk putar balik,” pungkas Sigit sambil mempersilahkan mobilnya untuk putar balik. ( Nena )
