
…”Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” …Ibrani 13:5
Pelitanusantara.com | Ingat yang mendahului janji itu adalah didalam Ibrani 13 bagian pertama yaitu cukupkanlah dirimu dengan yang ada padamu…karena ini sungguh sangat relevan dengan kita saat ini. artinya mari kita hidup dengan sederhana, puas dan penuh rasa syukur. apalagi di waktu krisis seperti sekarang ini, sangat muda kita untuk bersungut-sungut, selalu mengeluh dan membuat rasa syukur hilang dari hidup kita, ini yang akan menyimpan segala macam virus…ini saatnya kita penuhi hati kita oleh rasa syukur, karena janji Tuhan “Aku tidak akan meninggalkan engkau”. Kita harus belajar puas dengan apa adanya. Janji ini Bapa telah berikan kepada kita dan kita dapat dengan yakin bisa berkata “Tuhan adalah penolongku” dan aku tidak akan pernah rasa takut, apa yang dapat dilakukan virus terhadap aku.
Saat ini masalah wabah yang adalah satu kata yang sama ‘tulah’ jika kita lihat didalam 1 Raja-Raja 8:37 berbicara wabah yang ada di hati bangsa Israel dan ini luar biasa…dan bagaimana kita menanggapai wabah corona ini. apakah wabah ini menyentuh hati kita? mungkin tidak, karena masih banyak diantara kita melihat bahwa sesuatu yang menimpa umat manusia secara keseluruhan yang memakan korban…tapi yang harus kita sikapi bahwa bukan berapa banyak yang menjadi korban tapi ini sebagai sebuah pesan kepada kita…namun dari sebuah doa Salomo ini, kita bisa melihat bahwa hal ini ditujukan bagi bangsa Israel, tapi jika di perhatikan wabah yang sedang terjadi secara meluas merupakan cerminan dari wabah atau tulah di hati kita…sebagaimana pada 1 Raja-Raja 8:38…karena mereka akan mengenal wabah atau tulah di hati mereka sebdiri…Dan ini adalah permohonan Salomo kepada Allah ketika terjadi wabah di negeri, ia meminta pengampunan, bertindak dan membalaskan kepada setiap orang dengan segala kelakuannya…jika diperhatikan ada dua kali kata hati muncul pada ayat 39…
Oleh karena itu marilah kita renungkan saat kita berdiam di rumah dan ijinkan Tuhan menjangkau dan menyentuh hati kita…sebab Covid-19 bisa hilang dengan disinfektan, atau sanitizer, namun terhadap virus di dalam hati kita, kita tidak dapat berbuat apapun, karena tingkat kematian bisa 100%…Oleh sebab itu kita harus menghargai darah Kristus yang bisa membersihkan hati kita…dan sungguh sangat mahal…Langkah yang harus kita ambil adalah carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya..Matius 6:33..namun ketika kita ditanyakan carilah dahulu, maka kebanyakan kita akan terdiam karena kita lebih mencodongkan pada kerjajaan-Nya dan apakah kita prioritaskan? biarlah melalui krisis yang sedang kita alami, kita akan menjadi manusia yang lebih baik, kita akan mengalami sesuatu dan akan merubah hati kita, kemudian ingat Hidup mati di tangan Tuhan, tetapi semuanya hanya waktu Tuhan sajalah yang menentukan sebagaimana saat Yesus akan di tangkap oleh mereka tapi karena waktu-Nya belum tiba, dikatakan mereka tidak bisa menyentuh Yesus …Yoh 7:30..Lalu bagaimana dengan kita sudahkah kita mengerti bahwa tulah yang ada di hati kita hanya bisa di bersihkan dengan Darah Kristus,? Semoga kita mengerti…Tuhan yesus memberkati.
Ps. Ricardo RJ Palijama Sekretaris BM Sinode EMC
