Nasib Amih, PMI yang buta huruf jadi korban TPPO

Kefaspelita
IMG 20210927 WA0132

Jakarta – Pelitanusantara.com Sungguh malang nasib ibu Amih Pekerja Migran Indonesia yang di berangkatkan secara ilegal ke Negara Malaysia, oleh sponsor kampung yang tidak  bertanggung jawab bernama Ulfa asal indramayu dan suami Iwan asal Karawang dengan memalsukan data bu Amih ,pihak sponsor merombak tahun kelahiran agar bisa di terima bekerja dengan memudakan umur 6 tahun lebih muda.

Bu Amih seorang buta huruf tidak mengerti baca tulis, “saya di sodorkan surat pernyataan untuk di tandatangani oleh pihak Agent malaysia tentang upah saya, yang mana saya bekerja selama 15 bulan, dan disuruh menandatangani untuk pengajian 11 bulan itupun sama sekali tidak ada di bayar kepada saya”. tuturnya mengadu ke LSM-KCBI bidang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di terima oleh kabid LSM-KCBI bapak Achmad Faizal.

Kabid LSM-KCBI Achmad Faizal mengkonfirmasi langsung melalui handphone seluler Whatsapp kepada Paul Wong pimpinan.

Pihak Agensi pekerjaan Exzora resources Sdn, yang beralamat 60,lorong kinta, 10400 Penang Malaysia. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh Kabid Perlindungan ini tidak mendapat respon sama sekali bahkan yang bersangkutan (red’ Paul Wong) langsung melakukan pemblokiran.

Melihat tindakan Paul Wong ini, kabid LSM-KCBI di temani oleh korlap LSM-KCBI Jonson P . Simalango bersama dengan PMI dan keluarga PMI mengadukan nasib bu Amih ini langsung ke kantor BP2MI Ciracas Jakarta timur dan diterima oleh pak Budi selaku staf kasi BP2MI Jakarta Timur agar hak gaji bu Amih ini di bayarkan selama 15 bulan oleh Agent Malaysia Paul Wong.

“Kami juga berharap BP2MI dapat bekerja dengan cepat sesuai dengan slogan mereka sikat sindikat, tegas Achmad Faisal.

Ketua Umum LSM KCBI Joel B Simbolon menginstruksikan kepada seluruh jajaran LSM KCBI Bidang Perlindungan PMI dan Tenaga Kerja untuk tetap mengawal laporan ini ke BP2MI apabila tidak segera ditindaklanjuti oleh BP2MI maka siap kita laporkan ke Mabes Polri.
(Donny G)