Ayat Utama: Imamat 19:18
“Janganlah kamu membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki, tetapi balaslah dengan berkat.”
Pendahuluan:
Kasih Allah mengajarkan kita untuk hidup dalam damai dan pengampunan. Dalam dunia yang penuh dengan kesalahan dan sakit hati, Allah memanggil kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Sebaliknya, kita diajak untuk menunjukkan kasih yang tulus dengan membalasnya dengan berkat dan pengampunan. Ini adalah cermin kasih Allah yang tanpa syarat kepada manusia.
Aplikasi:
Saat kita disakiti atau dikecewakan, marilah kita mencontoh kasih Allah dengan memaafkan dan memberkati. Pengampunan bukan hanya membebaskan orang lain, tapi juga membebaskan hati kita sendiri. Dengan demikian, kasih Allah semakin nyata dalam kehidupan kita sehari-hari.
Refleksi:
1. Apakah aku sudah belajar memaafkan dengan tulus dalam hidupku?
2. Bagaimana aku bisa menunjukkan kasih Allah melalui sikap pengampunan kepada sesama?
3. Apakah aku sudah membiarkan kasih Allah mengubah cara aku merespon kesalahan orang lain?
Doa:
Tuhan, ajarlah aku mengasihi seperti Engkau mengasihi. Berikan aku hati yang mau memaafkan dan memberkati. Bebaskan aku dari dendam dan kebencian. Dalam Nama Yesus, Amin.
Pdt. Ni Nyoman Priskila Paksoal
