Tragedi Mei 1998

Kefaspelita
IMG 20250702 WA0030

Pelitanusantara.com 

Di jalan-jalan yang berlumuran darah,
Tangisan perempuan yang diperkosa,
Masih terngiang di telinga,
Mengingatkan kita akan kejahatan yang tak terampuni.

Kerusuhan Mei 1998,
Luka yang tak pernah sembuh,
Keadilan yang belum ditegakkan,
Hak asasi manusia yang belum dihormati.

Perempuan-perempuan yang menjadi korban,
Hilangnya harga diri dan martabat,
Diperkosa, dianiaya, dan dibunuh,
Tanpa belas kasihan.

Aku masih melihat wajah-wajah mereka,
Yang tak pernah terlupakan,
Tangisan mereka, air mata mereka,
Mengingatkan aku akan keadilan yang belum datang.

Tragedi ini bukan hanya kejahatan biasa,
Tapi kejahatan yang sistematis dan terstruktur,
Melibatkan aparat dan institusi,
Yang seharusnya melindungi, tapi malah menghancurkan.

Kita harus terus berjuang,
Untuk keadilan dan hak asasi manusia,
Untuk memastikan bahwa tragedi serupa tidak terjadi lagi,
Dan para pelaku dihukum sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan.

Oleh Romo Kefas Hervin Devananda 

Puisi ini adalah bentuk penghormatan bagi para korban Tragedi Mei 1998 dan seruan untuk keadilan yang tak pernah terlupakan.