Palembang, 21 Juni 2025 – Dalam rangka menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, Free Palestine Network (FPN) Pokja Palembang menggelar aksi damai bela Palestina di depan simpang DPRD Palembang. Aksi ini dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga, pemuda, dan mahasiswa, yang membawa bendera Palestina, bendera Indonesia, poster, dan spanduk bertuliskan “USA, UK, Germany, France, Stop Arming Israel”.
Korlap Aksi, Ustad Ahmad Alhabsy, menyampaikan keprihatinan yang mendalam dengan negara-negara Arab yang tidak mengambil inisiatif kongkrit membela Palestina. “Penguasa-penguasa Arab menutup mata terhadap genosida yang terjadi di Gaza tanpa memberikan bantuan sedikitpun kepada Palestina,” ungkap Ahmad dengan nada yang tegas.
Ahmad juga menilai bahwa dibombardirnya Israel oleh Iran saat ini menjadi pelipur lara bagi mereka yang selama ini dirundung duka melihat Palestina digenosida. “Ini menjadi berita bahagia masyarakat dunia pecinta keadilan, menjadi berita gembira rakyat Gaza, ketika rudal-rudal Iran menghantam Israel,” jelas Ahmad.
Ustad Husein Askari Alidrus menyatakan bahwa solidaritas untuk Palestina adalah kewajiban bagi setiap orang yang beriman. “Kita harus membuktikan bahwa kita adalah orang-orang Pancasilais, yang berTuhan dan menjunjung tinggi kemanusiaan yang berkeadilan dan beradab. Saatnya kita tunjukkan pada dunia bahwa kita akan tetap mendukung kemerdekaan Palestina hingga waktu yang menggembirakan itu tiba,” tegasnya.
Koordinator Pokja FPN Palembang, Haneeva Aljufri, membacakan puisi solidaritas yang menyentuh hati. “Jangan diam terhadap masalah Palestina, karena diam pada satu kejahatan adalah kejahatan itu sendiri. Mari satukan langkah dalam satu barisan seperti yang dilakukan oleh Yaman dengan satu teriakan Labbaika Yaa Rasulullah,” bunyi salah satu bait puisinya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyebut bahwa FPN tidak hanya memobilisasi aksi di Palembang, tapi juga di berbagai kota lainnya, termasuk Jakarta, Medan, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Kendari, Majene, Makassar, dan Surabaya. Di Jakarta, ratusan anggota FPN menggeruduk Kedutaan Besar Amerika Serikat.
“Aksi massa untuk menekan Amerika Serikat dan sekutunya harus terus dilakukan bergelombang sampai Genosida dihentikan dan Palestina merdeka,” jelas Furqan dengan nada yang keras.
Furqan juga menyebut bahwa arogansi Israel semakin menjadi-jadi. Tidak hanya di Gaza, teror Israel juga paralel di Tepi Barat, Lebanon, Suriah, Yaman, dan terakhir di Iran. “Karena itu Free Palestine Network menyerukan kepada seluruh kekuatan sipil di Indonesia untuk menekan Amerika Serikat dan sekutunya untuk berhenti mempersenjatai Israel dan menghentikan genosida di Palestina,” tegas Furqan.
Furqan juga mengimbau pemerintah Indonesia untuk mengambil inisiatif kepemimpinan menggalang “Front Internasional Anti Imperialisme” sebagaimana yang telah dipelopori oleh para pendiri bangsa. “Konferensi Asia Afrika 1955 adalah bukti sejarah kepeloporan Indonesia. Puluhan bangsa merdeka setelahnya. Namun satu-satunya peserta konferensi yang tersisa belum merdeka adalah Palestina. Karena itu kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah kita, hutang sejarah peradaban dunia,” pungkas Furqan dengan nada yang penuh semangat.[÷]
