Free Palestine Network Gelar Aksi Solidaritas di Medan, Desak Amerika Serikat Hentikan Dukungan terhadap Israel

IMG 20250621 WA0136

Medan, 21 Juni 2025 – Dalam rangka menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, Free Palestine Network (FPN) menggelar aksi solidaritas di simpang Raya Jl. SM Raja, depan Mesjid Raja Al Mashun, Medan. Aksi ini dihadiri oleh sejumlah anggota FPN dan masyarakat sipil lainnya, yang membawa poster dan spanduk bertuliskan “Stop Arming Israel!” dan “Free Palestine”.

Abieb, Koordinator Pokja FPN Kota Medan, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap meningkatnya kekerasan di Palestina dan mendesak perhatian dunia. “Kita tidak bisa diam melihat penderitaan rakyat Palestina. Kita harus bersuara dan bertindak untuk menghentikan genosida ini,” ujarnya dengan tegas.

Dalam aksi tersebut, beberapa peserta melakukan costplay sebagai korban genosida Israel di Palestina, menggambarkan betapa beratnya penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. Aksi ini diakhiri dengan tahlil dan doa untuk semua korban genosida.

Aparat dari Polrestabes Medan dan Kesatuan Koramil memantau jalannya aksi untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Aksi berjalan damai dan lancar, menunjukkan solidaritas masyarakat Medan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyatakan bahwa FPN tidak hanya melakukan aksi di Medan, tetapi juga di berbagai kota lainnya, termasuk Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Kendari, Majene, Makassar, dan Surabaya. Di Jakarta, ratusan anggota FPN menggeruduk Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Kita harus galang persatuan perjuangan menghentikan genosida dan mendukung kemerdekaan Palestina,” jelas Furqan. Ia juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil inisiatif kepemimpinan menggalang “Front Internasional Anti Imperialisme” untuk menghentikan genosida di Palestina.

Furqan mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah memainkan peran besar dalam mendukung Israel, termasuk dengan menyediakan 80% senjata yang digunakan oleh Israel. “Karena itu, kita harus menekan Amerika Serikat dan sekutunya untuk berhenti mempersenjatai Israel dan menghentikan genosida di Palestina,” tegasnya.

Furqan juga menyatakan bahwa kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah bagi Indonesia dan dunia. “Konferensi Asia Afrika 1955 adalah bukti sejarah kepeloporan Indonesia. Puluhan bangsa merdeka setelahnya. Namun satu-satunya peserta konferensi yang tersisa belum merdeka adalah Palestina. Karena itu, kemerdekaan Palestina adalah hutang sejarah kita, hutang sejarah peradaban dunia,” pungkasnya.

Dengan aksi solidaritas ini, FPN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang situasi di Palestina dan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. [÷]