Pelitanusantara.com
Di menara gading yang menjulang tinggi,
Raja duduk dengan megah, dalam kemewahan yang membisu,
Dikelilingi oleh pujian yang palsu,
Dan dihormati oleh mereka yang takut.
Tapi di balik tembok yang tebal,
Ada suara-suara yang tercekat,
Suara rakyat yang menderita,
Dan kesedihan yang tak terhingga.
Raja tidak mendengar, terlalu sibuk dengan bayangannya sendiri,
Tidak melihat kesedihan yang nyata,
Karena dia terlalu buta dengan kekuasaannya,
Dan terlalu tuli dengan suara-suara kebenaran.
Tapi suatu hari, fondasi yang rapuh,
Mulai retak dan bergoyang,
Raja terjatuh dari takhtanya,
Dan kesedihan rakyatnya menjadi pelajaran.
Oleh Romo Kefas
