Ayat Utama: Yeremia 31:3b
“Aku telah mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”
Pelitanusantara.com Allah mengasihi kita bukan karena kita sempurna, melainkan karena kasih-Nya adalah kekal. Dia tidak mencabut kasih-Nya meskipun kita sering jatuh dan gagal. Kasih Allah tidak tergantung pada suasana hati kita atau situasi hidup kita. Ketika semua orang menjauh, Dia tetap mendekat. Inilah kasih yang sejati: setia, konsisten, dan penuh belas kasih.
Aplikasi:
Saat kamu merasa tidak layak, ingatlah bahwa kasih Allah tidak tergoyahkan. Berpeganglah pada janji-Nya bahwa Dia tidak akan meninggalkanmu. Teruslah berjalan hari ini dengan keyakinan bahwa kamu dikasihi tanpa syarat.
Refleksi:
Adakah saat-saat kamu meragukan bahwa Allah masih mengasihimu? Renungkan kembali semua kebaikan-Nya yang telah kamu alami. Biarkan kasih-Nya hari ini mengalir kembali memenuhi ruang hatimu yang kosong.
Doa:
Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang kekal dan tidak pernah berubah. Aku bersyukur karena kasih-Mu tidak tergantung pada keberhasilanku. Peluk aku hari ini dengan kehangatan kasih-Mu yang menenangkan. Dalam Nama Yesus, Amin.
Pdt. Ni Nyoman Priskila Paksoal
