Pelitanusantara.com Inti hidup orang percaya itu adalah hidup yang dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama Tuhan. Kehidupan para rasul memberi contoh seperti itu. Sebelumnya, seperti Petrus misalnya hidup untuk diri sendiri. Setiap hari mencari ikan sebagai nelayan. Rasul Paulus, yang sebelumnya bernama Saulus, lebih ngeri lagi hidupnya. Dia sebelumnya adalah ahli Farisi yang bergiat menganiaya orang percaya.
Tetapi hidup yang dipakai Tuhan bukan hal yang mudah. Secara manusiawi kita kadang menolaknya. Yeremia saat dipanggil menjadi seorang nabi yang hidupnya difokuskan untuk dipakai Tuhan, Yeremia berusaha menolaknya.
Tuhan berfirman,” “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (ay. 5)
Yeremia langsung menolak dengan mengatakan,”Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” (ay. 6)
Tetapi kalau Tuhan yang mengutus, maka Tuhan yang akan memperlengkapi dan mengubah hati. Sehingga kemudian Tuhan berjanji memberikan penyertaan (ay. 8) dan memberikan perlengkapan. “Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.” (ay. 9)
Nabi Yesaya juga menolak saat dipanggil Tuhan, karena merasa najis bibir tetapi Tuhan yang menguduskan dan memperlengkapinya. (Yesaya 6:5-8)
Sebelumnya Nabi Musa juga menolak ketika diutus Tuhan dengan mengatakan dia masih muda dan lidahnya kelu. Tetapi Tuhan kemudian memperlengkapinya dengan memberikan mukjizat dan mengutus Harun kakaknya menjadi penyambung lidahnya. (Keluaran 4:1-15)
Nabi Yeremia kemudian memberi hidupnya dipakai oleh Tuhan dengan menyampaikan firman Tuhan kepada orang-orang Yehuda. Yeremia menentang dua kejahatan pada zamannya, yaitu penyembahan berhala dan ketidakadilan. Ia menentang nubuat para nabi-nabi palsu. Yeremia juga peka terhadap isu-isu kemanusiaan. Yeremia merupakan salah satu nabi yang tidak hanya menyampaikan nubuat atas orang-orang Yehuda, tetapi ia juga mengalami apa yang ia sampaikan. Pesan yang disampaikan melalui pengalaman hidupnya itu dipahami sebagai bentuk dari tindak kenabian.
Ia menderita sebagai seorang nabi. Ia ditangkap dipenjarakan dimasukkan ke dalam perigi (Yeremia 38:6), ditarik tetapi masih ditahan di pelataran (Yeremia 38:13). Nabi Yeremia yang lahir di Anatot tahun 645 SM tidak lama setelah pemerintahan Raja Manasye berakhir, diperkirakan meninggal di tempat pengungsian di Mesir sekitar tahun 580 SM.
Memberi diri hidup dipakai oleh Tuhan bukan berarti hidup dalam kesenangan, tetapi itulah hidup yang bernilai bagi orang-orang percaya. Oleh karena itulah marilah kita memberi diri kita dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan. Jika Tuhan memanggil kita, jangan kita menolaknya, karena kalau Tuhan memanggil kita, maka Tuhan juga akan memperlengkapi kita sehingga kita bisa melewati segala pergumulan dalam melayani-Nya.
Coba simak lagu lawas yang indah ini:
Masa muda sungguh senang jiwa penuh dengan cita-cita Dengan api yang tak kunjung padam selalu membakar dalam jiwa
Masa mudaku, masa yang terindah masa Tuhan memanggilku Masa mudaku, masa yang kukenang kutinggal segala dosaku (SB)
