Empat Kali Diterjang Banjir, Pemprov Jateng Sigap Respon Banjir di Grobogan

Img 20250309 Wa0081 1152x1536

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sigap merespon banjir yang kembali melanda di Kabupaten Grobogan. Tercatat, 21 desa di enam kecamatan terdampak hujan deras, yang mengakibatkan dua tanggul jebol dan air meluap, pada Minggu (9/3/2025).

Img 20250309 Wa0086 1024x461
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Muhammad Chomsul mengatakan, kejadian itu menjadi bencana keempat dalam kurun waktu berdekatan. Pihaknya pun memberi atensi khusus terhadap kondisi tersebut.
“Dukungan BPBD provinsi kami fokus berupa pendampingan penguatan sumber daya personel, peralatan, pengoordinasian ke Kabupaten Grobogan,” tuturnya.
Img 20250309 Wa0085
Chomsul mengatakan, kondisi ketinggian air bervariasi mulai 10-100 sentimeter. Adapun enam kecamatan yang terdampak adalah Kedungjati, Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, Gubug, dan Tegowanu.
Img 20250309 Wa0081 1152x1536
Laporan situasi (situation report) yang diperbaharui pukul 14.00 pada Minggu (9/3/2025) menyebutkan, lebih kurang 2.174 keluarga terdampak. Jumlah orang mengungsi di Gereja Desa Ringinkidul, menurut data sebanyak 150 jiwa.
Adapun, dua tanggul jebol berada di Sungai Tuntang, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, dan Sungai Kliteh, Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu.
Img 20250309 Wa0084 1024x769
“Teman-teman di lapangan masih mengasesmen terkait kondisi kebutuhan warga terdampak. Logistik juga sudah digeser (diturunkan). Dinsos melalui Tagana Kabupaten Grobogan juga sudah turun, untuk membuat dapur umum di pengungsian. Untuk penanganan, kita juga bersinergi dengan BBWS Pemali Juana, mengingat kewenangan pengawasannya (sungai) di bawah BBWS,” tuturnya.
Img 20250309 Wa0078
Chomsul menambahkan, meski memasuki musim kemarau (pancaroba), warga diimbau tetap waspada. Terutama, pada wilayah yang berada dekat dengan aliran sungai, seperti Bengawan Solo, juga tempat lain seperti pantai utara Jawa Tengah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan betul peringatan dini cuaca, yang rutin dikirim melalui berbagai media, seperti jejaring grup WhatsApp atau laman BMKG.
Img 20250309 Wa0078 Img 20250309 Wa0077
“Selain kesiapan diri, kesiapan terhadap surat surat penting juga diperhatikan. Bilamana sudah ada titik pengungsian, harap diperhatikan. Sehingga, ketika ada kondisi darurat tidak panik,” imbuhnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUBMCK) Jateng Hanung Triyono mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai BBWS Pemali Juana. Pihaknya juga telah menyiagakan logistik perbaikan.
Img 20250309 Wa0084 1024x769
“Saat ini menunggu surut. Kita sudah menyiapkan alat berat, sandbag, dolken, dan bambu. Leading sector tetap dari BBWS PJ, PT KAI, dan BPBD,” tutup Hanung. [÷]
Img 20250309 Wa0083 1024x768