JANGAN TERPENGARUH ORANG LAIN

Kefaspelita
Images (13)

Pelitanusantara.com Ketika orang lain senyum ramah dan bersikap respek pada kita, spontan kita akan membalas dengan senyuman, respek, dan merasa bahagia. Saat orang lain berbicara ketus, bersikap menghina, spontan kita pun membalas dengan ketus, balik menghina, dan sakit hati.

Kita telah membiarkan orang lain menentukan sikap kita. Kita menjadi baik karena orang lain baik pada kita,‎ kita menjadi jahat karena orang lain menjahati kita. Kita jujur karena lingkungan jujur,‎ kita licik karena lingkungan licik. Kita memberi karena orang lain memberi terlebih dahulu kepada kita.

Kita baik bukan karena kita baik, tetapi‎ karena orang lain baik terlebih dahulu. Kita kejam bukan karena kita jahat, tetapi‎ karena orang lain kejam terlebih dahulu, lalu kita menjadi kejam.‎

Di mana diri kita? Dimana kesadaran dan kepribadian kita?

Tidak mempunyai kepribadian, orang lain yang menentukan kepribadian kita. Tidak punya sikap, lingkungan yang memberi sikap. Kita tidak menjadi tuan bagi diri kita, orang lain dan lingkungan yang menjadi tuan atas diri kita.

Inilah bedanya orang bijak: Orang bijak melakukan kebaikan bukan karena dunia baik padanya; orang bijak melakukan kebaikan walaupun dunia menjahatinya.

Bila ada orang menjahati kita, itu urusan orang tersebut. Bila kita melakukan kebaikan, itu tanggung jawab hati nurani kita. Bukan orang lain, tetapi kita sendiri yang menentukan sikap dan perbuatan kita.‎

”Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu.” Amos 5:14

Selamat sejahtera dalam perkenan-Nya. WIN with GOD. Jaga kesehatan, tetap semangat dan antusias. Tuhan Yesus melimpahkan rahmat-Nya sehingga terobosan illahi, jalan keluar illahi, penyelesaian illahi dan pelipatgandaan illahi di seluruh area kehidupan kita dinyatakan.

Abah Daniel