Catatan Perjalanan ke Belanda, Menangis di Deltawerken “Neeltje Jans”

IMG 20241206 WA0041

Pelitanusantara.com Rabu, 9 September 2015 Delegasi Indonesia meninggalkan Indonesia menuju ke Belanda dari Bandara Sukarno Hatta Jakarta dengan pesawat KL8102045. Delegasi Indonesia terdiri dari utusan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) adalah Anielle Immanuel Santosa, Pdt. Nahum Sudarsono, Agus Suyanto, dan Pdt. Wara Adiati Retno Widuri. Sedang utusan Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) adalah Pdt. Suyito Basuki (penulis), Mestuti Hadi, dan Ika Maria Magdalena.

Hari Kamisnya 10 September delegasi Indonesia tiba di Bandara Schiphol Amsterdam Belanda, dijemput oleh Alle Hoekema dan Henk Stenvers. Direncanakan kami akan menghabiskan 9 hari di Belanda dengan mengunjungi berbagai kota.

Setelah makan siang di rumah Gerlof Born, kemudian berkunjung ke situs-situs bersejarah di kota Makkum dan Harlingen. Selain itu juga mengunjungi situs menonit di Pingjum dan Witmarsum.

Museum Menno Simon

Kami mengunjungi gereja mennonit tempat Menno Simon, tokoh gerakan mennonit melayani. Gereja itu tidak begitu besar. Di salah bagian gereja, terdapat sebuah tempat sederhana yang digunakan Menno Simon tidur. Tempat ini sekarang digunakan untuk perpustakaan. Orang yang berkunjung dapat melihat alkitab, kidung dan peralatan ibadah pada saat Menno Simon melayani.

Saat ini, gereja tersebut menjadi sebuah museum dan komplek gedung gereja digunakan sebagai restoran dan hotel. Kami kemudian meninjau juga monumen yang dibuat untuk menghormati Menno Simon. Monumen itu berupa tugu yang dibuat di makam Menno Simmon.

Usai meninjau situs-situs dan monument, kami dijamu minum teh dan kopi oleh jemaat mennonit di Berlikum. Mungkin karena kami terlalu lama di lokasi situs, maka beberapa jemaat sudah meninggalkan pertemuan karena ada kesibukan. Kami bertemu dengan pendeta dan beberapa jemaat. Setelah kami makan malam di rumah Gerlof Born, maka kami beristirahat di WTC Westcord Hotel di Leeuwarden.

Proyek Sosial Berhadapan dengan Prostitusi yang Terbuka

Dengan diantar Henk Stenvers, pengurus sinode mennonit Belanda, kami mengunjungi proyek sosial Oudezijds 100 di kota Amsterdam. Di Oudezijds kami mengikuti ibadah di kapel yang terletak di bawah tanah. Oudezijds 100 adalah proyek sosial yang melayani orang-orang yang bermasalah dan orang yang tidak memiliki rumah.

Di depan rumah yang digunakan kegiatan sehari-hari terdapat sebuah kanal. Di seberang kanal terdapat kompleks prostitusi. Kompleks ini terbuka. Para PSK (pekerja seks komersial) memajang diri di etalase, bak barang-barang yang biasa diperjualbelikan. Siverd Sinhe yang adalah pimpinan lembaga Oudezijds 100 itu menjelaskan bahwa pernah seorang PSK yang ditolong oleh lembaga ini. Setelah makan siang di kantor ADS, maka Heydrik Leogte yang melayani sebagai pendeta di gereja mennonit Amsterdam mengajak meninjau gereja mennonit Amsterdam yang bersebelahan dengan kantor ADS. Setelah itu kami makan malam dengan jemaat gereja mennonit Amsterdam. Sebelum makan malam, kami disuguhi film dokumentasi jemaat gereja mennonit Amsterdam.

Di Delta Park Saksikan Film 3 Dimensi

Di kota Ouddorp kami diajak berwisata di Deltawerken “Neeltje Jans”. Deltawerken adalah sebuah bendungan yang memisahkan laut dan danau. Sekitar 50 tahun yang lalu masyarakat Ouddorp terserang angin topan dan banjir memenuhi perkampungan yang menyebabkan 1835 orang meninggal. Oleh karena itulah, maka dibangun bendungan itu.

Di lingkungan Deltawerken itu terdapat Delta Park. Di dalamnya dapat disaksikan film 3 dimensi yang menceritakan betapa dahysatnya bencana angin topan dan banjir itu. Saya betul-betul menangis melihat film yang berdurasi tidak lebih 15 menit itu. Selain itu, kami juga diajak masuk ke sebuah tempat yang dapat merasakan hembusan angin kencang pada masa bencana itu. Kami menghadapi baling-baling yang semakin lama semakin kuat dan kencang tekanan anginnya.
Kami harus memakai sebuah kaca mata plastik dan disediakan pegangan untuk tangan, supaya kalau oleng oleh karena tekanan angin, kami tidak jatuh.

Sore harinya bertemu dan makan bersama dengan para pemuda remaja gereja Mennonite di Ouddorp. Jumlah mereka tidak begitu banyak, tetapi dibanding dengan gereja-gereja mennonit di Belanda, jumlah mereka termasuk lumayan. Problem umum yang dihadapi oleh gereja mennonit di Belanda adalah semakin minimnya dukungan anak muda terhadap gereja.

Oleh: Suyito Basuki