Ambarawa – Jika Anda kebetulan berada di Pasar Projo Ambarawa, ambilah jalan ke arah Bandungan. Kurang lebih satu kilometer saja dari Pasar Projo tersebut, di kanan jalan Anda akan sampai sebuah kafe dengan nama di The Angkringan’s Kita. Kafe ini beralamatkan Bodean, Baran, Kecamatan Ambarawa, masuk wilayah Kabupaten Semarang.
Konsep kafe dengan angkringan mungkin supaya familiar dan tidak terkesan mahal menu-menu makanannya. Kafe yang buka siang hari hingga pukul 01.00 malam ini menyediakan berbagai menu, mulai sego bakar, cap cay, gorengan-gorengan dan lain-lain. Sejak tiga bulan yang lalu menu pun bertambah dengan adanya seblak yang siap saji, menu bakar-bakaran, sosis,sate keong, dan usus bakar..

Menurut Mbak Hanung (43) pemilik kafe ini dibuka 27 April tahun 2023. Sebenarnya yang memiliki usaha ini anaknya, tetapi karena anaknya dinas kerja, maka Mbak Hanung menggantikannya. “Bersama dengan suami akhirnya saya ikut terjun mengelola,” demikian Mbak Hanung yang memiliki 3 orang anak ini.
Pengunjung ternyata tidak saja dari Ambarawa tetapi juga dari luar kota juga. “Banyak pengunjung dari luar kota, misalnya Salatiga dan Semarang yang sengaja berkunjung ke tempat ini,” demikian jelas Mbak Hanung sambil sibuk ngurusi pembeli yang membayar di kasirnya.
Erna Widyaningsih (55) yang datang bersama dengan teman-teman lama sewaktu sekolah di SMP mengatakan cukup puas dengan Kafe The Angrkingan’s Kita ini. Sudah beberapa kali sebenarnya Erna yang mengajar di SMAN 1 Ambarawa mata pelajaran Fisika ini datang bersama teman-temannya. “Makanannya enak dan harga standar,” demikian komentar Erna.

Bersama dengan 8 orang temannya dengan memesan beberapa porsi makanan dan gorengan serta minumannya, Erna dan kawan-kawannya mengeluarkan uang tidak sampai dua ratus ribu.

Banyak pengunjung yang menikmati suasana malam dengan duduk di kursi model anyaman penjalin atau lesehan di rumah joglo. Musik mengalun dari permaian gitar akustik disertai pukulan drum dari anak-anak muda yang diberi ruang mengekspresikan seni musik dan vokalnya. Tidak saja lagu-lagu pop, tetapi juga lagu genre Dany Caknan juga mengalir mengiringi kenikmatan pengunjung kafe malam itu.
Oleh: Suyito Basuki
