![]()

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
(Yesaya 41:10)
Pelitanusantara.com | Banyak ketakutan yang lebih besar yang melingkupi manusia disaat ini dibanding waktu-waktu lalu. Entah karena adanya penyakit menular ataupun kesulitan ekonomi yang sudah terbayang di depan mata, ataupun masalah lainnya. Dunia memang sedang mengalami goncangan, bagaimana jika seandainya Ibrani 12:26 terjadi, bayangkan: “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”
Segala yang Tuhan tetapkan terjadi atas bumi dan segala isinya, pasti akan jadi juga, bagaimanapun manusia mencoba menangkal semuanya dengan akal pikiran yang rasanya hebat, tapi sesungguhnya tetap saja terbatas dan tak dapat menghalangi Tuhan beracara. Itu sebabnya hal utama yang perlu kita pahami adalah mengenali kehendakNya dan menyerah pada jalan-jalanNya. Karena apapun yang diizinkanNya terjadi atas kita, hanya untuk menguras dunia yang ada di dalam kita, “sehingga tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan, yaitu kerajaanNya yang bertahta di dalam kita.” (Ibrani 12:27-28)
Sesungguhnya, kehendak Tuhan adalah memberikan kemenangan yang gilang gemilang bagi kita yang dikasihiNya. Saat kita berkehendak untuk keluar dari permasalahan dan memenangkan pertandingan, maka saat itu juga sebenarnya Tuhan telah dan sedang melakukan bagianNya untuk melepaskan dan menyelesaikan permasalahan kita dan membawa kita keluar lebih dari pemenang.
Masalah utamanya adalah karena kita tidak mampu melihat Dia bergerak demi kita, maka kita berusaha sendiri, di dalam kekuatiran manusiawi kita. Fokus kita hanyalah masalah yang semakin membesar dan seakan tak tertanggulangi, padahal Tuhan telah memberikan perjanjian bagi kita, yaitu Ia akan menyertai dan memberikan pertolongan yang tepat pada waktuNya dan memberikan kepada kita kemenangan dari segala permasalahan hidup yang kita hadapi.
Bagian kita, adalah: Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. (1 Petrus 1:6-7)
Respon kita menentukan, ketika kita tidak dapat mengubah keadaan yang melingkupi di sekitar kita. Wabah yang datang, kesusahan yang membayangi dan semua hal lain yang membuat Anda menjadi kuatir akan hari esok. Apa yang dapat Anda lakukan menghadapi semuanya? Hidup ini harus dijalani dari sehari ke sehari, jika hari ini Anda terpelihara dan tidak kekurangan maka bersyukurlah. Lepaskan semua beban hari esok yang terbayang, sebab: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)
PerintahNya adalah bergembiralah, dan bukan semua yang lain yang bisa Anda kerjakan!
Kita lihat teladan dari Abraham, tentangnya dituliskan dalam Roma 4:19-22 demikian; “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.”
Keyakinan penuh adalah lawan dari kata bimbang. Ketika kita yakin penuh terhadap janji Allah, maka tidak ada kesempatan bagi hati kita untuk menjadi ragu dan bimbang. Keyakinan penuh juga berbicara tentang suatu fakta yang tak terbantahkan yang memang kita hadapi dan hidupi, namun kita melihat bahwa itu bukan apa-apa dibanding dengan janji Tuhan yang menjamin kita. Dan Ia katakan bahwa; “Aku ini Allahmu” dan tak dapat disangkal pula bahwa Ia yang berfirman adalah Allah pencipta langit dan bumi ini, kuasaNya tidak terbatas!
Dan Ia mau meneguhkan, bahkan akan menolong kita; Ia akan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan. Yang kita butuhkan adalah menyatukan hati kita menjadi sebulat-bulatnya percaya kepada Dia yang mengasihi kita dan yang menyelesaikan semuanya bagi kita dengan sempurna. Berikan penghormatan yang setinggi-tinggiNya atas janji dan kehendakNya, dengan menjadi yakin sepenuhnya, saat tiada dasar untuk berharap, maka tidak ada kata mustahil bagi kita.
Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus Memberkati
Pdt. Sylvia Supangkat, MPM
