Pesawaran – Pelitanusantara.com
Isu pengondisian kepala desa untuk mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, Nanda-Antonius, semakin memanas. Kecurigaan ini mencuat setelah digelarnya rapat koordinasi khusus kepala desa se-Kecamatan Way Lima di rumah dinas Bupati pada 10 September 2024. Rapat yang diinisiasi oleh Camat Way Lima ini memicu spekulasi adanya upaya terselubung untuk memenangkan pasangan tersebut dalam Pilkada mendatang.
Undangan yang disampaikan oleh Camat menekankan kewajiban seluruh kepala desa untuk hadir secara langsung tanpa diwakilkan, dengan agenda yang tertutup untuk publik. Kondisi ini menguatkan dugaan adanya arahan politik kepada kepala desa guna mendukung salah satu pasangan calon, Nanda-Antonius.

“Jika dugaan ini benar, maka jelas ini merupakan pelanggaran aturan Pilkada yang serius,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya. Sumber tersebut menegaskan bahwa keterlibatan kepala desa dalam politik praktis adalah bentuk pelanggaran yang merusak netralitas aparatur negara. “Ini bukan hanya soal memenangkan calon tertentu, tapi juga soal menjaga integritas demokrasi. Jika Bawaslu tidak segera bertindak, keadilan Pilkada bisa terancam,” tambahnya.
Masyarakat pun mendesak Bawaslu Pesawaran untuk segera turun tangan dan menyelidiki kebenaran dari dugaan pelanggaran ini. Keterlibatan aktif lembaga pengawas ini diperlukan guna memastikan bahwa jalannya Pilkada tetap sesuai dengan prinsip keadilan dan transparansi.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak pasangan Nanda-Antonius maupun Bupati belum memberikan tanggapan resmi terkait rapat tertutup tersebut. Publik masih menunggu klarifikasi dan tindakan tegas dari pihak yang berwenang untuk memastikan bahwa kontestasi politik ini berjalan bersih dan adil.
Isbah Cholib (Tim)
