Soreang – Pasangan calon Sahrul Gunawan – Gun Gun Gunawan menggelar deklarasi rakyat di halaman kantor DPD Golkar Kabupaten Bandung, Kamis 29 Agustus 2024.
Seperti diketahui Paslon Sahrul Gunawan – Gun Gun Gunawan diusung partai Golkar, PKS dan beberapa partai politik non parlemen yang tergabung dalam koalisi menawan Alus Pisan.
Setelah melakukan deklarasi rakyat, Paslon Sahrul Gunawan – Gun Gun Gunawan, langsung mendaftarkan diri ke KPU kabupaten Bandung pada malam harinya dengan diiringi seluruh partai koalisi rakyat Alus pisan.
Calon Bupati Sahrul Gunawan menegaskan, 29 Agustus 2024 adalah sejarah untuk menentukan hari penting perhelatan Pilkada yang akan digelar 27 November 2024 mendatang.
“Kami Pasangan Alus Pisan, calon Bupati dan Wakil Bupati merupakan sama-sama pernah menjadi Wakil Bupati pada periodenya masing – masing,” jelasnya.
Oleh karena itu, Paslon Sahrul Gunawan – Gun Gun Gunawan sudah memahami seluk beluk permasalahan yang ada di Kabupaten Bandung mulai dari kemiskinan, pengangguran dan sulitnya daya beli masyarakat.
Selain itu, lanjut Sahrul yang didampingi Kang Gun Gun, juga memahami masalah pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga masalah lingkungan.
“Tentu, kami sudah mengetahui masalah lingkungan seperti sampah, banjir, kemacetan, dan masalah disparitas antara yang kaya dan miskin, padahal Kabupaten Bandung adalah penyangga Ibu Kota Provinsi sehingga hal-hal tersebut penting untuk segera diselesaikan menjadi Bandung Baru, Maju, dan Bandung Sejahtera,” katanya.
Dengan modal pengalaman, Kata Sahrul, dirinya bersama kang Gun Gun akan faham dan mendalami persoalan dengan program yang dikemas dalam visi dan misi pencalonan
“Melalui visi dan misi, kami ingin mengembalikan sejarah Kabupaten Bandung, sebagai Bandung yang sejatinya yang selalu dicintai warganya, dirindukan tamunya untuk berkunjung dan daerah yang nyaman untuk dilihat,” akunya.
Sahrul Gunawan yang didampingi Gun Gun Gunawan akan berdiri bersama rakyat Kabupaten Bandung, ingin mengembalikan Kabupaten Bandung sebagai EPICENTRUM BANDUNG.
“Kabupaten Bandung adalah Induk dari Bandung, yang mana pada tahun 1906 Kota Bandung mulai terpisah dari Kabupaten Bandung karena secara resmi telah ditetapkan sebagai kota sendiri oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda,” katanya.
“Sejak itu, Kota Bandung menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan, sementara Kabupaten Bandung mencakup wilayah yang lebih luas di sekitarnya, dengan fokus pada pertanian, industri, dan permukiman,” sambungnya.
Maka pada momentum perhelatan pesta Demokrasi melalui Pilkada 2024, pihaknya ingin mengembalikan BANDUNG URANG, NU URANG, KEUR URANG, Bandung yang MENAWAN (Menang, Edukatif, Nyaman, Agamis, Wibawa, Adil dan Nyata).
“Yuk kita kembalikan Bandung nu Alus pisan, Babareungan ngaheuyeut dayeuh, sabilulungan pikeun ngawangun Bandung nepika ngawujud Bandung anu menawan,” ajaknya.(*)
