
Pelitanusantara.com |Dari jauh aku memperhatikan, teror virus corona yang mencengkram ke seluruh penjuru muka bumi, terutama atas bangsa dan negara kita Indonesia tercinta. Setelah kita bersyukur sangat atas pernyataan Menteri Kesehatan kita yang menyatakan bahwa “jika sampai sekarang Indonesia tidak terdampak Virus Corona, adalah karena doa!” Tetapi Tuhan ternyata mengizinkan Indonesia pun terdampak, sudah lebih dari 30 pasien corona yang ditangani, dan entah ada berapa banyak lagi yang belum terdeteksi.
Sebenarnya bukan hanya virus corona yang menakutkan, tetapi juga adanya wabah DBD diberbagai tempat, dan lebih lagi adalah efek dari pada penyakit tersebut telah melemahkan ekonomi dunia yang dampaknya cukup besar di Indonesia. Hal ini menjadi suatu hal yang tidak dapat dielakkan, sangat meyedihkan melihat dampak buruknya atas faktor pariwisata yang sebenarnya memberikan pendapatan yang cukup besar bagi setiap daerah di Indonesia. Tingkat hunian hotel yang sepi dari pengunjung, sampai industri yang terganggu karena mengandalkan bahan baku dari luar.
Banyak pula kejahatan lain yang sedang terjadi di Negara kita tercinta Indonesia, dan semua itu seakan dapat menyeret Indonesia ke dalam kesukaran besar! Tetapi Tuhan sudah memberikan perintah: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan , sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” (Yeremia 29:7) Semua yang sedang terjadi saat ini, menjadi suatu ‘alarm’ bagi kita bahwa Indonesia membutuhkan kita, waktunya kita mencari apa yang bisa kita lakukan bagi Bangsa dan Negara kita, selain pastinya Doa dan Puasa, merendahkan diri dan berbalik dari jalan yang jahat, agar terjadi pemulihan seutuhnya dan segera atas segala kesesakan yang sedang terjadi. (2 Tawarikh 7:14)
Dan inilah yang melandasi segala sesuatu, dan menjadi jawaban atas segala yang sedang terjadi, satu kepastian yang tak tergoyahkan, yaitu; Ia berdaulat atas segala sesuatu, mampu menetapkan yang terbaik bagi kita yang mengasihiNya. Ia berdaulat atas langit dan bumi, atas kota dan bangsa, juga atas setiap helaan nafas dan langkah hidup kita, dan dalam segala hal yang terjadi Ia selalu punya rancangan masa depan yang penuh harapan bagi kita.
Demikian juga dalam hidup kita, jangan takut terhadap apapun juga yang sedang melanda, bagian kita adalah melekat pada Tuhan, hidupi kebenaran FirmanNya, yang merupakan perlindungan yang kuat bagi kita, dan jaga kesehatan, ikuti apa yang dianjurkan pemerintah agar terbebas dari ancaman virus corona maupun wabah DBD yang juga mengancam. Dan dalam kesulitan ekonomi dunia yang terpuruk, senantiasa kita ditarik untuk menghidupi atmosfir sorgawi, percaya saja bahwa jika Ia memelihara burung di udara dan mendandani bunga di padang, Ia juga sedang memelihara Anda dan keluarga Anda, bahkan memberkati apa yang dikerjakan tangan Anda, jika Anda mengerjakan segalanya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sebab ada upah sorgawi bagi yang melakukannya. (Kolose 3:23-24)
Yakini saja, apapun yang sedang terjadi walaupun seakan sulit dan harapan sukar dijangkau, atau virus jahat bagaikan musuh yang terlalu kuat dan ganas, kita tetap ditakdirkan menjadi pemenang, oleh Dia yang mengasihi kita, Ia tetap Tuhan yang berdaulat atas Indonesia, Ia juga berdaulat atas hidup kita “Kemalangan orang benar banyak, tapi Tuhan juga yang akan melepaskan dengan caraNya yang ajaib. Percayalah bahwa Ia sedang menggendong kita dan menyatakan sebuah kepastian yang tidak dapat disangkali, yaitu: “segala kesakitan kita Dia yang tanggung dan segala kesengsaraan kita Dia yang pikul.” (Yesaya 53:4)
Masih ada Tuhan, diatas segala momok menakutkan yang bisa disebutkan, dan jika hari ini, kita merasa kuatir, maka dengarlah suaraNya, katanya: “Jangan takut, percaya saja.” seperti apa yang terjadi pada Yairus, yang anaknya sakit lalu meninggal, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, kesakitan bukan apa-apa, sekaratnya ekonomi pun bukan masalah bagiNya, Ia hanya mau kita percaya kepadaNya melewati gunung yang tinggi ataupun lembah yang kelam, Ia menyertai kita dan menjadi sumber kehidupan bagi kita! Percaya saja, Ia tetap Allah yang berdaulat dan bertanggung jawab atas kita!
Salam Sejahtera Sahabat..
Tuhan Yesus pelihara
Pdt. Sylvia Supangkat, MPM
