Getasan, Pelitanusantara.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang Kadziq Faisol menegaskan jajarannya terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan dana zakat infak dan sedekah (ZIS) dari para muzakki atau pembayar zakat. Hal itu menambah kepercayaan publik sehingga perolehan dana ZIS tercatat cenderung naik.
Dalam dua tahun terakhir, perolehan dana ZIS rata-rata mencapai Rp5 miliar. Pada April 2024, Baznas mengumpulkan zakat, infak serta dana sosial sebesar total Rp451,43 juta lebih.
“Jika perolehan terus bertambah, tentu dana yang akan disalurkan ke kaum fakir dan miskin akan meningkat. Secara tidak langsung akan membantu pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan ekstrem,” kata Kadziq Faisol saat sarasehan ulama-umara putaran ke-302 di halaman Kantor Kecamatan Getasan, Selasa (28/5/2024) sore.
Ditegaskan Kadziq Faisol, ada tiga hal penting yang harus dipedomani oleh jajaran Baznas hingga ke tingkat unit pengumpul zakat di tingkat kecamatan. Yakni pertama bagaimana meningkatkan perolehan dana ZIS, kedua penyaluran yang tepat sasaran, ketiga terkait manajemen pengelolaan yang baik.
Pada sarasehan kali ini, Baznas menyerahkan dana ZIS sebesar Rp324,8 juta kepada 19 unit pengumpul zakat (UPZ) tingkat kecamatan dan UPZ Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). UPZ Ambarawa menerima dana terbesar yakni Rp42,4 juta. Pentasyarufan atau penyaluran dana ZIS untuk Kecamatan Getasan dilakukan Camat Slamet Widada. (Junaedi)
