Jaring Pemilih Cerdas untuk Pilkada, KPU RI Gelar Pendidikan Calon Pemilih

Whatsapp Image 2024 05 08 At 18 24 43

Merauke, Pelitanusantara.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih pascapemungutan suara 2024 kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di Papua Selatan, Rabu 8 Mei 2024.

Kepala Bagian Pendidikan KPU RI, Arif Ma’ ruf dalam laporannya mengatakan pencapaian yang diharapkan dari sosialisasi adalah menumbuhkan kesadaran di kalangan pemilih tentang politik dan hak-hak pemilih, menumbuhkan pengetahuan dan sikap politik terhadap hasil pemilihan di masa mendatang.

“Sosialisasi pascapemilu ini agar Pilkada dan Pemilu yang akan datang semakin diikuti oleh pemilih yang bertanggungjawab terhadap pilihannya, pemilih menjadi cerdas, memiliki logika nalar yang baik, serta bertanggung jawab bukan emosional,” papar Arif di Halogen Merauke.

Sosialisasi ini juga untuk meningkatkan interaksi masyarakat pemilih dalam demokrasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan yang terpenting ada peningkatkan partisipasi pada Pilkada 2024.

Ketua KPU Provinsi Papua Selatan, Theresia Mahuze mengapresiasi KPU RI yang melakukan sosialisasi di Papua Selatan. Sebagai provinsi baru, Papua Selatan mempunyai daftar pemilih tetap (DPT) paling sedikit dari Daerah Otonomi Baru (DOB) lainnya yakni sebanyak 367.269 DPT, namun Papua Selatan siap dan mandiri untuk melaksanakan Pemilu 27 November 2024.

Ia mengaku meski cukup rumit dalam transportasi dari kabupaten ke kabupaten lain harus menggunakan pesawat, dan antardistrik menggunakan speed boat dengan biaya yang cukup mahal. Namun KPU Papua Selatan dan empat kabupaten tetap maksimal mengerahkan segala sumber daya yang ada terutama melakukan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat untuk mengikuti Pemilu.

Ia mengatakan, jumlah pemilih pemula di Papua Selatan sebanyak 22.000 dan tingkat partisipasi Pemilu sebelumnya mencapai 84,59 persen. Segala kekurangan yang terjadi di Pilpres dan Pileg lalu akan dievaluasi dengan tujuan dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat dan menghasilkan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Pengalaman sebelumnya, kami KPU memakai influencer lokal untuk membuat film singkat sebagai bentuk sosialisasi Pemilu kepada masyarakat. Pilkada perdana ini diharapkan sukses dan mendapatkan partisipasi yang tinggi,” tutup Theresia.(McM)