Herman Hofi Munawar Meminta Segera Pihak Polda Kalbar Tangkap Oknum Dewan Diduga Penyokong PETI di Sekadau

Kefaspelita
IMG 20210807 WA0067

Pontianak – Pelitanusantara.com Pengamat Hukum Herman Hofi Munawar mendorong Polda Kalbar menindak tegas cukong di balik aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diperhuluan Sungai Sekadau.

Aparat diminta tak tebang pilih dalam penegakan hukum,Siapa yang terlibat harus diproses,Termasuk harus menangkap oknum anggota DPRD dan oknum aparat yang diduga bermain di balik aktivitas ilegal, sebagaimana yang dilaporkan Anggota Komisi I DPRD Kalbar, Martinus Sudarno ke Polda Kalbar.

“Prinsip equality before the law atau persamaan di hadapan hukum harus dikedepankan. Mau pejabat atau siapa pun, dimata hukum harus diperlakukan sama,” kata Herman Hofi Munawar, kepada Awak Media Kamis (5/8/2021).

“Herman meminta kepolisian berkomitmen menegakkan hukum tak tebang pilih. Siapapun yang melanggar hukum harus diproses. Apa jabatannya. Apalagi soal PETI ini. Dampaknya kerusakan lingkungan. Sehingga orang-orang yang terlibat menyokong PETI harus ditangkap.

” Jangan sampai hanya masyarakat kecil yang berlumpur yang ditangkap. Cukong pemilik modal lepas. Mereka harus disikat,” harap Herman.

Untuk itulah, dia mendorong laporan Anggota DPRD Kalbar, Martinus Sudarno itu menjadi pintu masuk, kepolisian menindak PETI. Tidak hanya di Sekadau, namun seluruh wilayah di Kalbar. Polda diminta menelusuri pemodal aktivitas ilegal itu, dari hulu hingga ke hilir.

Menurutnya, aktivitas PETI ilegal di Kalbar sejak lama sudah diketahui aparat. Namun dia melihat ada pembiaran dan tidak serius melakukan penindakan. Padahal, Undang-Undang Lingkungan Hidup telah mengatur larangan PERI. Sebab, menimbulkan kerusakan lingkungan yang sangat masif.

“Cuman persoalan mau tidaknya melakukan upaya penegakan hukum,” ujarnya.

Di sisi lain, persoalan PETI juga tak dapat dilihat dari sisi pelanggaran hukum. Tapi juga ekonomi masyarakat. Berdasarkan penelitian 75 persen masyarakat yang melakoni pekerjaan itu, penghasilan mereka meningkat. Namun, persoalannya adalah kerusakan lingkungan yang diakibatkan.

“Sehingga, harus ada upaya pembinaan agar kehidupan masyarakat sejahtera dan aturan tidak dilanggar,” katanya.

Kendati demikian, upaya penegakan hukum saat ini harus menjadi yang utama. Polda harus mengintervensi penambang emas di Kalbar dan berkordinasi dengan pemerintah pusat agar mereka dibina.

” Saat ini penindakan dulu. Inventarisasi penambang emas untuk dilakukan penindakan. Sambil merumusakan formulasi apa yang dilakukan agar mereka dibina,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Kalbar, Martinus Sudarno mendatangi Mapolda Kalbar. Dia mendesak Kepolsian Polda Kalbar menindak pelaku, pemodal hingga penadah dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perhuluan Sungai Sekadau.

Sebab, telah membuat sungai Sekadau menjadi tercemar. Airnya menjadi keruh bercampur lumpur dan tak bisa dimanfaatkan. Parahnya aktivitas  illegal itu diduga disokong oknum Anggota DPRD setempat dan mendapat perlindungan oknum aparat.

Toge/Red