
Pelitanusantara.com| Kejadian fenomenal yang menghebohkan Media Masa, Baik cetak, online, maupun Media TV, hingga Medsos baik itu FB, Twiteer dan Instagram pada saat pemilihan Putri Indonesia yang mana salah satu kandidat pada saat diminta oleh salah satu Juri untuk menyebutkan bunyi butir – butir Pancasila dari sila Pertama sampai dengan sila ke lima, akan tetapi ternyata salah satu peserta tidak tahu, serta tidak hafal sama sekali, ”Apakah itu memang ada unsur kesengajaan karena tidak hafal, atau memang merasa grogi, ini jelas sangat mencoreng wajah putra – putri generasi Muda penerus bangsa ini. minggu (8/03/2020)
Dengan Kejadian ini, Aktivis Bela Negara Lembaga Garuda Muda Indonesia sekaligus Angota Dewan Pendidikan Kota Bekasi Suhartono, MA., M.Th. menyayangkan hal ini terjadi, ”Sangatlah Miris sekali generasi muda penerus Bangsa tidak hafal dengan Sila – Sila yang terdapat pada Pancasila yang ada di lambang Negaranya sendiri“ ucapnya ketika dihubungi melalu telepon selulernya oleh Pelitanusantara.com (08/03/2020)
Dalam hal ini Suhartono, MA., M.Th., dimasa depan jangan sampai terjadi lagi hal seperti ini di tanah Air kita Indonesia,” dengan kejadian ini Suhartono, MA,M.Th., berharap P4 atau pelajaran PMP (PENDIDIKAN MORAL PANCASILA) harus kembali di ajarkan disekolah-sekolah baik tingkat TK, PAUD, SD, SMP dan SMA, sampai Perguruan tinggi jika perlua karena inilah adalah salah satu PR besar Anak Bangsa saat ini, bukan hanya PR Pemerintah saja, ”kenapa demikian ??? Agar Generasi Muda bangsa memiliki karakter – karakter manusia lebih baik, demi membangun Manusia-manusia yang memiliki SDM Unggul untuk menuju Indonesia Maju yang bermartabat di Mata DUNIA MAJU.
”Sebelum munculnya pemberitaan tersebut pada Minggu 8/03/2020, Suhartono yang di hubungi oleh Pelitanusantara.com tentang persiapan Deklarasi Membumikan Pancasila di kota Bekasi (Senin,02/03/2020) dan menerangkan kepada Pelitanusantara.com mengatakan “Minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan suatu generasi akan bersikap individualistis dan tidak mempunyai pegangan di tengah arus informasi global dewasa ini. Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah bersama stakeholder tidak boleh berhenti untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan berbangsa” pungkas nya
“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak lepas dari sebuah tatanan tingkah laku kehidupan yang sesuai dengan karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. Untuk itu membumikan nilai-nilai pancasila adalah upaya penting yang harus dilakukan oleh anak bangsa demi kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara khusus pemerintah Kota Bekasi yang melibatkan seluruh masyarakat dan stakeholder akan mendeklarasikan acara membumikan pancasila di bumi patriot Kota Bekasi” jadi Harapan saya Sebagai Warga Negara yang Cinta kepada Indonesia bangunlah Pendidikan yang Berkarakter berkiblat pada jati diri bangsa, jangan sampai terlambat yang kita takutkan malah generasi Muda kita tidak Hapal lagi Membacakan Pansila secara Lengkap” Guraunya Kala itu sambil menutup Sesi Wawancara kala itu (02/03/2020)
Ketika di hubungi oleh Pelitanusantara.com melalui telpon Selulernya Suhartono kembali mengingatkan Bincang – bincang kami waktu itu “ Hal ini yang saya sudah duga jadi siapa yang harus disalahkan dalam hal ini? Ini tugas Semua Stakeholder bangsa ini bukan semata – mata Tugas Pemerintah, BPIP, Pemerintah Daerah saja tapi semua Pihak harus terlibat jika kita ingin membangun karakter manusia Indonesia yang lebih baik dan kita harus mendorong mensuport pemerintah pusat , dan daerah agar dapat bekerja sama demi generasi muda sebagai Penerus bangsa ini. agar lahir Anak Muda yang memiliki Moral – moral yang berkarakter PANCASILAIS dan menjaga KEBHINEKAAN yang sudah menjadi Gaya Hidup Bangsa kita dari berabad – abad , tambah Suhartono lagi, kalau bukan kita siapa lagi, dan tanpa dukungan Anak negeri ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam hal tersebut, ” tegasnya sambil mengakhiri pembicaraan melalui sambungan selulernya Kepada Pelitanusantara.com (8/03/2020).(Kefas)
