Skandal Ketua DPC Barikade Gusdur Kota Malang Pinjam Dana Dari Anggota untuk Acara Besar Namun Tak Kunjung Ada Etikad Baik

IMG 20230818 WA0086

 

 

Kota Malang,Pelitanusantara.com Dalam gemerlap event besar delapan bulan lalu dengan membawa nama tokoh besar GusDur, ada cerita pahit yang menggurat luka dalam hati. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Kader Gus Dur (BGD) Kota Malang (DH) menggelar sebuah panggung kemegahan yang hanya berdansa demi namanya namun mengorbankan waktu dan uang anggotanya dengan dalih pinjam dulu.

Menjadi sebuah sorotan tajam setelah terungkap bahwa uang pribadi anggota malah digunakan untuk sebuah acara megah yang semata-mata mengangkat nama sang ketua dengan janji dikembalikan namun sama sekali tidak ada komunikasi setelah rapat terakhir. Dari info yang didapat, dana dari sponsor malah tidak masuk ke Kas Organisasi malah masuk ke rekening pribadi Ketua yang mana sangat melanggar etika organisasi dengan dalih Bendahara Organisasi sedang melaksanakan ibadah Umroh dari bulan Oktober 2022 sebelum event sampai bulan Januari 2023 setelah event.

Lebih mengejutkan lagi, hingga kini, tak ada secercah itikad baik pun terlihat untuk mengganti dana tersebut, meskipun telah berlalu 8 bulan (akhir Desember) sejak acara tersebut digelar. Acara yang digelar dengan embel-embel Haul GusDur itupun juga berbau korupsi dana sponsor.

Salah satu anggota Barikade GusDur yang berinsial MS mengatakan bahwa bukan hanya sekadar soal uang, melainkan kepercayaan yang telah retak. Anggota yang begitu antusias menyumbangkan kontribusi mereka merasa terkhianati. “”Kami bukan hanya memberikan uang, tetapi juga hati dan semangat untuk organisasi ini. Namun, kenyataan bahwa uang kami digunakan untuk acara pribadi, tanpa ada niat baik untuk mengembalikannya, sungguh menghancurkan,” ujar seorang anggota dengan suara serak, wajahnya mencerminkan kekecewaan mendalam.

Satu pertanyaan terus menghantui: adakah kebaikan yang masih tersisa di dalam hati sang ketua? “Kami memberikan kontribusi dengan tulus untuk mendukung kegiatan organisasi ini. Namun, melihat dana teman kami digunakan tanpa ada tindakan penggantian yang jelas, ini sungguh mengecewakan,” ujar salah seorang yang juga anggota DPC Barikade GusDur Kota Malang yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa Vendor juga mengungkapkan bahwa sampai 8 bulan ini, belum ada itikad baik pelunasan penggunaan jasa. “Saya menagih seperti orang ngemis, sudah memakai jasa kami selama 5 hari, namun hanya dibayar separuh saja dan selalu ada saja alasan untuk ingkar bayar,” kata salah satu vendor. Begitu pula dengan Vendor Catering yang juga kurang bayar dan kehilangan meja dari acara tersebut, merasa tidak digubris dengan penagihannya.

Pihak pengurus DPD Barikade Gus Dur Jawa Timur yang mengetahui kejadian ini pun belum memberikan tanggapan resmi terkait kejanggalan ini. Namun, mantan anggota DPC Barikade Gus Dur yang telah dizalimi dan dikeluarkan sepihak oleh Ketua DPC BGD Kota Malang karena menagih penggantian tersebut mendesak tanggung jawab dan arahan dari DPD Jawa Timur terkait penggunaan dana tersebut.

Kasus ini mencuat menjadi perbincangan hangat di antara mantan anggota yang mendesak transparansi dan mengecam tindakan yang tidak etis tersebut, sementara beberapa anggota lainnya masih berharap agar pimpinan organisasi pusat maupun wilayah Jawa Timur segera mengambil langkah untuk mengembalikan dana yang telah digunakan.(Red)

#EfSim